Banjir di Kuala Keritang, Inhil Disebabkan Jebolnya Tanggul Penahan Banjir dan Pasang Dalam

Ahad, 13 November 2022

Camat Keritang Muhammad Daud saat meninjau kawasan terendam banjir akibat jebolnya tanggul penahan air pasang

AYORIAU.CO, KERITANG - Banjir yang merendam kawasan pemukiman dan perkebunan di Desa Kuala Keritang, Kecamatan Keritang diduga diakibatkan oleh jebolnya tanggul karena meluapnya Sungai Reteh.

Camat Keritang Muhammad Daud menyampaikan, pihak Kecamatan Keritang sudah turun ke lokasi banjir yang merendam pemukiman warga di Desa Kuala Keritang, tepatnya di Parit Sungai Beringin Besar, beberapa hari lalu.

"Kami sudah turun melihat ke lokasi banjir tersebut, memang terjadi banjir yang merendam rumah warga diduga akibat jebolnya tanggul yang melindungi perkebunan warga dari banjir, terutama pasang dalam," ungkap Muhammad Daud kepada wartawan, Minggu (13/11/2022).

Disebutkannya, jebolnya tanggul ini dikarenakan luapan air pasang dalam dari Sungai Reteh dan juga intensitas hujan yang cukup tinggi belakangan ini. Sehingga debit air Sungai Reteh naik dan melimpah sampai ke kawasan pemukiman dan kebun warga setempat.

"Jadi ini semacam banjir kiriman dari limpahan Sungai Reteh dan juga karena faktor hujan yang sering turun saat ini," tegasnya.

Terkait jebolnya tanggul penahan air pasang bagi perkebunan warga yang berlokasi di ujung Desa Pasar Kembang tersebut, pihaknya sudah membicarakan dengan pihak desa setempat untuk mengatasinya. Karena terendamnya pemukiman dan kebun warga dikarenakan jebolnya tanggul tersebut.

"Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan pihak Desa Talang Jangkang, Kecamatan Kemuning, karena banjir ini juga merendam jalan poros penghubung Kecamatan Keritang dengan Kecamatan Kemuning," imbuhnya.

Pihak Kecamatan Keritang terus melakukan koordinasi dan membahas dengan pihak terkait atas permasalahan banjir yang terjadi di daerah ini. Sehingga dapat segera dilakukan penanganan atas masalah ini, walaupun ini merupakan bagian dari bencana alam yang terjadi di beberapa daerah di Riau, bahkan Indonesia, akhir-akhir ini.***