
Wisudawan terdiri Profesi Dokter 37 orang, S1 Pendidikan Dokter 111 orang, S1 Farmasi 183 orang, D3 Analis Kesehatan 64 orang, D3 Fisioterapi 2 orang, D3 Keperawatan 31 orang, S1 Kebidan 98 orang, Profesi Bidan 39, S1 Psikologi 35 orang, S1 Ilmu Hubungan Internasional 10 orang, S1 Ilmu Pemerintahan 17 orang, S1 Ilmu Komunikasi 4 orang, S1 Teknik Informatika 29 orang, S1 Teknik Sipil 20 orang, S1 Ekonomi Islam 10 orang.
Tampak hadir, Ketua Pembina Yayasan Abdurrab Dr dr Susiana Tabrani MPd, Ketua Yayasan Abdurrab dr Ruza Prima Rustam SpOG, Rektor Univrab Prof Susi Endrini SSi MSc PhD, Wakil Rektor, Ketua Senat Akademik Universitas Abdurrab apt Isna Wardaniati MFarm, dekan, ketua prodi dan tamu undangan.
Wisuda kali ini menjadi momentum penting bagi Univrab, tidak hanya karena melahirkan lulusan dari berbagai bidang keilmuan, tetapi juga memperkuat arah pendidikan tinggi yang mendorong kemandirian ekonomi dan jiwa kewirausahaan.
Pembina Yayasan Abdurrab, Dr. dr. Susiana Tabrani, M.Pd, mengatakan lulusan perguruan tinggi tidak seharusnya hanya berorientasi menjadi aparatur sipil negara (ASN) atau menunggu kesempatan bekerja di perusahaan. Sebaliknya, mahasiswa harus dibekali kemampuan menciptakan peluang usaha dan berani mengembangkan potensi ekonomi yang tersedia di daerah.
Apalagi Riau memiliki banyak peluang usaha yang dapat digarap generasi muda. Namun, peluang tersebut harus mampu dibaca dan dimanfaatkan oleh masyarakat lokal agar sektor ekonomi daerah tidak terus didominasi pelaku usaha dari luar.
"Mahasiswa harus punya entrepreneurship yang bagus, kreatif, dan mampu melihat peluang yang ada di Riau. Jangan pemain dari luar terus," tegas Susiana.
Untuk mewujudkan hal tersebut, pihak yayasan bersama Rektor Univrab Prof. Susi Endrini tengah menyiapkan pola pembelajaran kewirausahaan yang lebih konkret. Mahasiswa ditargetkan sudah mulai diperkenalkan dengan peta peluang usaha sejak semester kedua.
Susiana menilai pembekalan kewirausahaan tidak cukup hanya diberikan menjelang mahasiswa menyelesaikan pendidikan. Sebab, ketika mahasiswa sudah lulus, waktu untuk membangun fondasi usaha dinilai menjadi lebih terbatas.
Karena itu, Univrab ingin mahasiswa sejak awal mengenali potensi ekonomi, memahami kebutuhan pasar, sekaligus mendapatkan pengalaman langsung dalam mengelola peluang bisnis.
Pendekatan pembelajaran juga akan melibatkan praktisi dari berbagai sektor. Mahasiswa yang tertarik mengembangkan usaha perkebunan akan diperkenalkan langsung dengan praktik budidaya kelapa sawit. Begitu pula mahasiswa yang ingin terjun ke sektor perikanan akan mendapatkan pembelajaran langsung dari pelaku usaha di bidang tersebut.
"Mahasiswa harus diberikan peta kemungkinan usaha yang bisa digarap. Kami ingin mereka belajar langsung. Kalau mau di sawit, ada yang mengajarkan menanam sawit. Kalau mau di perikanan, belajar perikanan. Harus learning by doing, bukan hanya teori," jelasnya.
Susiana menambahkan, pengembangan kewirausahaan tersebut juga menjadi upaya membangun kepercayaan diri generasi muda daerah agar tidak merasa kalah bersaing dalam dunia usaha.
Ia menilai potensi sektor perkebunan, perikanan, karet, dan berbagai komoditas unggulan Riau masih memiliki ruang pengembangan yang luas. Potensi tersebut perlu diolah melalui inovasi, kreativitas, serta pemahaman terhadap rantai bisnis agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Ia juga menyoroti perlunya pembaruan pola pengembangan komoditas karet agar memiliki nilai ekonomi yang lebih baik dan mampu memberikan keuntungan bagi petani maupun pelaku usaha.
Sementara itu, Rektor Universitas Abdurrab, Prof. Susi Endrini, S.Si., M.Sc., Ph.D, menjelaskan bahwa 690 lulusan yang diwisuda tahun ini berasal dari sejumlah fakultas dan dikukuhkan secara bertahap selama dua hari.
Pada hari pertama, wisudawan berasal dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Farmasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Sementara peserta lainnya akan mengikuti prosesi pada hari kedua.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 37 lulusan dokter baru turut dikukuhkan. Selain itu, terdapat 111 dokter muda yang juga menjadi bagian dari capaian pendidikan Fakultas Kedokteran Univrab. 183 lulusan farmasi, 10 lulusan Hubungan Internasinal dan 17 lulusan Ilmu Pemerintahan.
"Lulusan terbaik IPK 1 (3,90) dan pemuncak
Uji Kompetensi Nasional Peserta Didik Profesi Dokter (OSCE UKNPDPD) dengan nilai 88,28 atas nama dr. Sausan Sabira, terbaik IPK 2 (3,37) dan pemuncak CBT UKNPDPD dengan nilai 96,00 atas nama dr. Zahro Rizka Shafira," jelasnya.
Tahun ini juga mencatat perkembangan baru dalam penyelenggaraan pendidikan pascasarjana Univrab. Perguruan tinggi tersebut telah memperoleh Surat Keputusan (SK) pembukaan Program Magister Teknik Sipil (S2) dan mulai menerima mahasiswa untuk program tersebut.
"Untuk pertama kalinya tahun ini kita mendapatkan S2 Teknik Sipil. SK-nya sudah keluar dan kita sudah mulai menerima mahasiswa," ungkap Susi.
Selain pengembangan program studi, Univrab juga memperkuat identitas pendidikan melalui nilai-nilai rabbani, amanah, dan beradab. Nilai tersebut menjadi landasan dalam membentuk karakter mahasiswa agar tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga integritas dan perilaku yang baik ketika terjun ke tengah masyarakat.
Rektor mengungkapkan, konsep pendidikan karakter tersebut bahkan mendapat perhatian khusus dari asesor saat pelaksanaan asesmen lapangan akreditasi institusi pada 29 Oktober 2026.
Para asesor tertarik mengetahui bagaimana nilai-nilai tersebut diterapkan dalam proses pendidikan, termasuk memastikan bahwa konsep tersebut tidak sekadar menjadi slogan universitas.
Pihak kampus kemudian menjelaskan bahwa nilai rabbani, amanah, dan beradab telah diintegrasikan ke dalam kurikulum dengan bobot 12 SKS.
Tidak hanya melalui pembelajaran di ruang kelas, penerapannya juga dilengkapi sistem evaluasi dan ujian praktik. Univrab bahkan menggunakan pendekatan yang menyerupai Objective Structured Clinical Examination (OSCE), metode yang dikenal dalam pendidikan kedokteran, untuk menguji kemampuan mahasiswa dalam mempraktikkan nilai-nilai yang telah dipelajari.
Salah satu bentuk pengujiannya berkaitan dengan praktik ibadah, seperti tata cara berwudu. Dengan metode tersebut, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami materi secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Susi, kompetensi akademik lulusan memang dapat diukur melalui ujian kompetensi sesuai bidang keilmuan. Namun, pembentukan karakter juga menjadi aspek penting yang harus dimiliki setiap lulusan perguruan tinggi.
"Kalau kompetensi ada ujian kompetensi seluruh Indonesia. Tetapi karakteristiknya bagaimana? Bangsa kita sekarang sangat membutuhkan orang-orang yang berkarakter. Kami berharap lulusan Univrab mampu menerapkan nilai-nilai tersebut di masyarakat," ujarnya.
Dari sisi kelembagaan, Univrab saat ini telah menyelesaikan tahapan asesmen lapangan dan memperoleh status terakreditasi. Selanjutnya, universitas menargetkan peningkatan peringkat menuju akreditasi unggul pada tahun depan, sesuai mekanisme dan ketentuan regulasi yang berlaku.
Susi juga menyampaikan bahwa jumlah alumni Univrab sebelum wisuda tahun ini tercatat sebanyak 9.750 orang. Dengan tambahan 690 lulusan, jumlah alumni universitas tersebut akan meningkat menjadi 10.440 orang.
Terkait sebaran lulusan, pihak universitas mengungkapkan bahwa sebagian besar calon wisudawan telah bekerja sebelum mengikuti prosesi wisuda. Bahkan, alumni Univrab telah tersebar di berbagai daerah, termasuk Jakarta, hingga bekerja di luar negeri.
Kondisi tersebut menjadi gambaran bahwa lulusan Univrab memiliki kesempatan untuk mengembangkan karier di berbagai sektor dan wilayah kerja.
Pada wisuda tahun ini, Univrab juga mengukuhkan 40 lulusan Fakultas Farmasi melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Program tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat yang telah memiliki pengalaman pendidikan dan pembelajaran sebelumnya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana melalui pengakuan atas capaian pembelajaran yang relevan.
Mayoritas peserta RPL merupakan pekerja yang sebelumnya telah menyelesaikan pendidikan Diploma III (D3), tetapi belum sempat melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana.
Melalui program tersebut, mereka menjalani proses rekognisi pembelajaran selama dua tahun hingga memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S.Farm).
Berbagai langkah tersebut memperlihatkan arah pengembangan Univrab yang tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah lulusan dan pembukaan program pendidikan baru, tetapi juga mendorong mahasiswa menjadi sumber daya manusia yang mandiri, berkarakter, serta mampu menciptakan peluang ekonomi.
Melalui penguatan kewirausahaan sejak semester awal, Univrab berharap semakin banyak generasi muda Riau yang berani mengambil peran sebagai pelaku usaha dan mengembangkan potensi daerahnya sendiri.
Universitas Abdurrab Kampus I beralamat di Jalau Riau Ujung Nomor 73 Pekanbaru. Kampus II terletak di Jalan Bakti, Tangkerang Barat, Marpoyan Damai Pekanbaru Riau. Informasi pendaftaran mahasiswa baru bisa menghubungi telepon selular 08116900026, media sosial Instagram, Facebook, Youtube dan TikTok @universitasabdurrab.official. (*)