Polisi Bersama Masyarakat! Kisah Haru Kapolsek GAS dan Warga Wujudkan Rumah Layak untuk Ayah Dua Anak di Inhil


AYORIAU.CO, INHIL - Di saat sebagian orang dapat beristirahat dengan nyaman di rumah yang layak, seorang ayah di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, justru harus menjalani kehidupan bersama dua anaknya di balik dinding terpal dan lantai tanah.

Namanya Abdurrahman. Warga RT 21 RW 08, Kelurahan Sungai Empat, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), ini harus memikul beratnya kehidupan seorang diri setelah sang istri meninggal dunia.

Tak hanya kehilangan pendamping hidup, Abdurrahman juga harus berjuang menjadi satu-satunya tempat bergantung bagi kedua buah hatinya. Di tengah keterbatasan, rumah berdinding terpal menjadi tempat mereka berlindung dan menjalani hari-hari.

Kisah pilu keluarga kecil ini akhirnya sampai ke telinga Kapolsek Gaung Anak Serka AKP Suryawan Fadlin dan Camat GAS Fitrianto.

Berawal dari laporan Ketua RT setempat, Ridwan, dalam pertemuan bersama warga, kondisi Abdurrahman langsung mendapat perhatian.

Tanpa menunggu lama, Kapolsek bersama Camat yang tengah melaksanakan kunjungan kerja mendatangi kediaman Abdurrahman, Minggu (25/10/2026).

Di lokasi, mereka menyaksikan langsung kondisi rumah sederhana yang jauh dari standar hunian layak. Dinding terpal dan lantai tanah menjadi gambaran nyata keterbatasan yang selama ini dihadapi Abdurrahman bersama kedua anaknya.

Namun, kunjungan itu bukan sekadar melihat kondisi memprihatinkan tersebut. Ada kepedulian yang kemudian berubah menjadi tindakan nyata.

Kapolsek AKP Suryawan Fadlin mengajak pemerintah setempat, tokoh masyarakat, dan warga duduk bersama mencari jalan keluar.

Melalui musyawarah, mereka menyusun rencana pembangunan rumah, termasuk membuat sketsa bangunan agar Abdurrahman dan kedua anaknya dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak.

Ajakan tersebut disambut antusias masyarakat. Semangat gotong royong pun tumbuh. Warga bahu-membahu membantu pembangunan rumah bagi keluarga kecil tersebut.

Kegiatan kemanusiaan yang turut dilaporkan Bhabinkamtibmas Aiptu Rahmad Hidayat itu mendapat dukungan dari berbagai unsur masyarakat Kelurahan Sungai Empat.

Berkat kepedulian dan kerja sama tersebut, rumah Abdurrahman dilaporkan kini telah berdiri lebih layak untuk dihuni bersama kedua anaknya.

Rumah yang sebelumnya hanya berdinding terpal dan berlantai tanah itu kini menjadi simbol harapan baru bagi seorang ayah yang terus berjuang membesarkan anak-anaknya.

Abdurrahman menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepolisian, pemerintah kecamatan, serta masyarakat yang telah bergotong royong membantu keluarganya.

"Terima kasih kepada Polri, khususnya Bapak Kapolsek Gaung Anak Serka, Bapak Camat GAS, dan seluruh masyarakat yang telah peduli dan membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi saya dan kedua anak saya," ungkap Abdurrahman.

Sementara itu, Kapolsek GAS AKP Suryawan Fadlin menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah menunjukkan kepedulian dan semangat kebersamaan.

"Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi antara aparat keamanan, pemerintah kecamatan, dan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan warga. Semangat gotong royong seperti ini patut kita pertahankan," ujar Suryawan.

Camat GAS Fitrianto juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dan tidak menutup mata terhadap kesulitan yang dialami warga di lingkungan sekitar.

Kisah Abdurrahman sekaligus memperlihatkan sisi humanis kepolisian. Kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan semata menjalankan tugas penegakan hukum, tetapi juga membangun kepedulian sosial dan menghadirkan solusi bagi warga yang membutuhkan.

Di balik seragam dan tugas menjaga keamanan, kepedulian terhadap sesama menjadi bagian penting dari pengabdian Polri kepada masyarakat.

Bagi Abdurrahman, bantuan tersebut bukan sekadar pembangunan sebuah rumah. Lebih dari itu, ada harapan agar kedua anaknya dapat tumbuh dan menjalani kehidupan di tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman.

Dulu, dinding terpal menjadi saksi perjuangan seorang ayah membesarkan dua anak tanpa kehadiran sang istri. Kini, berkat kepedulian polisi, pemerintah kecamatan, dan masyarakat, keluarga kecil itu memiliki harapan baru.

Sebab, terkadang yang dibutuhkan seseorang di tengah beratnya kehidupan bukan sekadar uluran tangan, melainkan kepedulian yang diwujudkan melalui tindakan nyata.


[Ikuti Ayoriau.co Melalui Sosial Media]



Tulis Komentar