Muscab PPP Inhil 2026 Siap Digelar, Ahmad Fuad di Tunjuk Jadi Plt Ketua
Fenomena Pasir Timbul Pantai Mutiara Teluk Kiambang Diserbu Wisatawan
Basmi Narkoba, Polres Inhil Razia KTV Barcelona dan Grand Royal
Bupati Inhil Imbau Masyarakat Waspada Kebakaran Lahan dan Hutan
AYORIAU.CO - Bupati Indragiri Hilir, Herman, mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah musim kemarau yang mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Indragiri Hilir.
Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya titik panas (hotspot) di beberapa kecamatan yang terpantau melalui sistem pemantauan Sipongi. Berdasarkan data per Kamis, 26 Juni 2025 pukul 16.00 WIB, terdapat penambahan 4 hotspot di wilayah Inhil, dengan total keseluruhan 34 hotspot, 7 fire spot, dan luasan lahan terbakar mencapai 13,5 hektare.
Dua kecamatan dengan kondisi paling signifikan yakni:
Kecamatan Gaung: Terjadi penambahan 3 hotspot, dengan 1 titik api aktif. Total keseluruhan di kecamatan ini tercatat 14 hotspot, 1 fire spot, dan luasan terbakar mencapai 2,5 hektare. Personel gabungan dari TNI, Polri, aparat desa, MPA, serta regu pemadam kebakaran perusahaan telah diterjunkan untuk melakukan upaya pemadaman dan pendinginan.
Kecamatan Keritang: Mengalami 1 hotspot tambahan dan 1 titik api, dengan total 5 hotspot, 1 fire spot, serta luas lahan terbakar 1 hektare. Penanganan juga melibatkan tim terpadu dari berbagai unsur.
Sementara itu, kebakaran juga terjadi di beberapa kecamatan lain seperti Tempuling, Batang Tuaka, Enok, dan Reteh, meski dalam skala yang lebih kecil.
Bupati Herman menegaskan bahwa seluruh lapisan masyarakat harus terlibat aktif dalam mencegah terjadinya karhutla, termasuk dengan tidak membuka lahan menggunakan cara pembakaran.
“Saya mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan dalam bentuk apa pun. Bahaya kebakaran bukan hanya merusak lingkungan, tapi juga mengancam kesehatan dan keselamatan bersama,” tegasnya.
Ia juga menginstruksikan para camat dan kepala desa untuk meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah rawan karhutla, serta menyosialisasikan bahaya dan sanksi hukum atas pembakaran lahan.
“Perlu sinergi semua pihak. Jangan sampai kita lengah, karena satu titik api saja bisa menjalar menjadi bencana besar,” pungkas Bupati Herman.
Upaya monitoring dan penanggulangan terus dilakukan oleh BPBD bersama instansi terkait. Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk melapor jika menemukan tanda-tanda kebakaran, agar dapat ditangani sejak dini. (Adv)

Berita Lainnya
Dinkes Inhil Paparkan Bahaya Rokok Sebabkan Sakit Jantung dan Kanker
DPRD Inhil Gelar Rapat Paripurna ke-18 Masa Persidangan II Tahun 2024
Kadiskes Inhil Dampingi PJ Bupati Resmikan Gedung Baru Puskesmas Pelangiran
Kartika Sari Erisman di Kukuhkan Menjadi Pj Ketua Pembina Posyandu Inhil
Hasil Analisis Data Pengukuran Stunting di Kecamatan Tanah Merah
Bersama Pj Ketua TP PKK, Kartika Sari Erisman, Kadiskes Inhil Ikuti Rakornas Posyandu 2024
Percepat Penanganan Covid-19, Bupati Inhil HM WARDAN Ikuti Rakor Dengan Kemendagri
Bupati Inhil Tegaskan januari 2020 Seluruh OPD maksimalkan Keterbukaan Informasi Publik
Lantik Camat Kateman, Bupati Inhil HM WARDAN Minta Peningkatan Kinerja
Ditengah Guyuran Hujan Deras, Bupati Inhil HM WARDAN Buka Turnamen Bupati Cup Sepak Bola Desa Sungai Undan
Dukung Tumbuh Kembang Anak, Dinkes Inhil Ingatkan Pentingnya Menimbang Balita Setiap Bulan
Posyandu Kemala Laksanakan Pemberian Vitamin A, PIN Polio Tahap 2, dan Imunisasi Rutin