Dinkes Inhil Terus Upayakan Tekan Angka Stunting
AYORIAU.CO, INHIL - Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Dinkes Inhil) Provinsi Riau terus melakukan cara untuk menekan angka Stunting bagi masyarakat.
Stunting, kondisi serius akibat kekurangan gizi kronis, dapat menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak secara permanen. Upaya pencegahan yang efektif harus dimulai sedini mungkin, melibatkan berbagai tahapan kehidupan seperti remaja, calon pengantin, dan ibu hamil, (12/09/2024).
Remaja: Fondasi Awal Pencegahan
Remaja merupakan masa kritis dalam membangun fondasi kesehatan untuk masa depan. Mengintegrasikan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang dan pemeriksaan kesehatan rutin dapat membantu mencegah masalah stunting di kemudian hari. Melalui pendidikan yang tepat, remaja dapat memahami betapa pentingnya nutrisi yang cukup untuk pertumbuhan optimal.
Calon Pengantin: Persiapan Sebelum Keluarga Terbentuk
Saat memasuki tahap calon pengantin, kesadaran akan kesehatan diri sendiri dan pasangan masa depan adalah krusial. Konsultasi dengan tenaga medis, termasuk pengukuran berat badan (BB), tinggi badan (PB/TB), dan lingkar kepala (LK) jika perlu, dapat mengidentifikasi risiko stunting sejak dini. Langkah sederhana ini dapat menjadi langkah awal dalam mencegah stunting pada generasi berikutnya.
Ibu Hamil: Menjamin Kesehatan Generasi Mendatang
Ibu hamil memegang peran sentral dalam mencegah stunting. Melalui kunjungan rutin ke posyandu untuk pemeriksaan kesehatan dan konsultasi gizi, ibu hamil dapat memastikan bahwa kebutuhan nutrisi bayi dalam kandungan terpenuhi dengan baik. Pemantauan secara berkala terhadap pertumbuhan janin, termasuk parameter BB, PB/TB, dan LK, akan membantu mendeteksi dan menangani potensi stunting lebih awal.
Bersama Healthies, Mewujudkan Generasi Tanpa Stunting
Healthies, sebagai individu yang secara rutin memantau tumbuh kembang anak-anak, memiliki peran penting dalam pencegahan stunting. Dengan mengingat betapa pentingnya pengukuran BB, PB/TB, dan LK secara berkala, Healthies membantu memastikan bahwa setiap anak mendapatkan perawatan kesehatan yang tepat waktu.
Kesimpulan
Pencegahan stunting bukanlah tanggung jawab tunggal, melainkan kerja sama semua pihak dari berbagai tahapan kehidupan. Mulai dari remaja yang membangun kesadaran akan nutrisi, hingga ibu hamil yang mengimplementasikan praktik kesehatan yang tepat, setiap langkah berharga dalam mewujudkan generasi bebas stunting. Bersama, mari kita cegah stunting dan berikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia. (Adv)

Berita Lainnya
Identitas Pasien Covid Bertebaran di Medsos, Praktisi Ini Ingatkan Ancaman Pidananya
Bupati Inhil HM WARDAN Beri Penekanan Kepala Desa Dan Lurah Se-Kecamatan Pelanggiran Agar Serius Tangani Stunting
Sinergi Baru Penegak Hukum, Bupati Herman Sambut Kajari dan Ketua PN Tembilahan yang Baru
Pj Bupati Inhil Erisman Yahya Hadiri Paripurna DPRD Inhil Masa Persidangan II Tahun 2024
Bupati Inhil Nyatakan Inhil Siap Sukseskan Ketahanan Pangan 1000 Hektar
Dinkes Inhil Gelar Kikc Off ILP Evaluasi Intervensi Spesifik dan Publik Stunting
Bupati Inhil HM WARDAN Salurkan Bantuan Kebakaran Kepada Warga Terdampak Di Desa Pebenaan Kecamatan Keritang
Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Puskesmas Sungai Piring
Prevalensi Stunting Tahun 2024 di Kecamatan Sungai Batang Alami Peningkatan
Bantu Para Mustahiq, Bupati Inhil HM WARDAN Yakinkan Masyarakat Tidak Ragu Berzakat Di Baznas
UPT Puskesmas Simpang Gaung Lakukan Pemberian Leaflet Malaria ke Rumah-Rumah Warga
Dinkes Inhil Gelar Kikc Off ILP Evaluasi Intervensi Spesifik dan Publik Stunting