SSB Opris Champions U10 Piala Grassroot Indonesia Regional Riau 2026
Bertabur Prestasi, Universitas Abdurrab Kian Diminati
Inhil Masuk Daftar Tak Salurkan BPNT dan PKH, Begini Penjelasan Kadis Sosial
INDRAGIRI HILIR, AYORIAU.CO- Terkait informasi adanya daerah Indragiri Hilir (Inhil) yang masuk didaftar 5 Kabupaten atau Kota tidak menyalurkan bantuan BPNT dan PKH kepada keluarga penerima manfaat (KPM) tidak benar bahwa tidak ada yang tidak disalurkan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Sosial (Kadis Dinsos) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H. Arifin saat dikonfirmasi awak media melalui via WhatsApp.
Menurutnya Bantuan BPNT dan PKH bukan tidak disalurkan, tetap ada penyaluran. Kata Kadis Dinsos alasannya adalah karena ada beberapa kendala pada keluarga penerima manfaat (KPM) hingga tidak terbayarkan.
"Bukan tidak menyaluran, penyaluran tetap ada, hanya saja ada sebagian KPM yang tidak terbayarkan. karena ada beberapa kendala, itu yg di pertanyakan ibu Mentri Sosial tadi," Jawab Arifin, Selasa (31/8/2021) Siang.
Ditambahkan Arifin bahwa kendala yang terjadi sehingga sebagai KPM yang tidak tersalurkan, tidak hanya di Kabupaten Indragiri Hilir saja, bahkan se provinsi Riau juga mengalami hal serupa.
"Masalahnya hampir se Riau, antara lain ada saat jadwal penyaluran KPM nya yang tidak datang karena berbagai alasan, Kartu yan rusak, Terblokir pada saat transaksi KPM lupa, Pin mencoba berulang kali dengan pin yang salah sehingga berdampak kartunya terblokir, jauhnya jarak alamat KPM dengan tempat distribusi sehingga KPM berat / enggan untuk mengambilnya, KPM yang belum terima buku / kartu," jelas Arifin.
Pada pemberitaan sebelumnya, 5 Kabupaten Kota di Riau yang masuk pada daftar tidak ada transaksi dan distribusi BPNT dan PHK diantaranya, Kota Pekanbaru, Kabupaten Pelalawan, Rokan Hulu, Indragiri Hilir, dan Kampar.
Dikutip dari Riaupos.Jawapos.com, Untuk diketahui, dari 72.766 keluarga penerima manfaat (KPM) di lima daerah tersebut, pada tahap I terdapat 74 KPM tidak terdistribusi dan 202 KPM tidak bertransaksi. Sedangkan, pada tahap II, terdapat 822 KPM tidak terdistribusi dan 2.662 KPM tidak bertransaksi.

Berita Lainnya
Mutiara dari Lombok untuk Dunia, Setia Pearl Perluas Pasar Global Berkat Pelatihan Ekspor BRI Peduli
Erisman Yahya Hadiri Pertemuan dengan Presiden Jokowi di Ibu Kota Nusantara
Unggul di Layanan Pembayaran Digital, BRI Raih Delapan Penghargaan PRIMA Awards 2026
Dibuka Presiden RI, Ketua Bawaslu Inhil Hadiri Rakornas Penyelenggaraan Pemilu
Kisah Seorang Pria di Pekanbaru Sukses Ekspor Minyak Jelantah Hingga ke Eropa
Terobos Kabut dan Jalan Terjal, Mantri BRI Menjaga Asa Pelaku Usaha Cianjur Selatan
Kisah Seorang Pria di Pekanbaru Sukses Ekspor Minyak Jelantah Hingga ke Eropa
Gubernur Pramono Anung Instruksikan Langkah Konkret untuk Mitigasi Cuaca Panas Ekstrem
SDM Unggul Sebagai Jawaban Ekonomi Politik Bangsa
Menggerakkan Ekonomi Negeri, Penyaluran Kredit BRI Capai Rp1.646 Triliun, Tumbuh 16,2% di Triwulan II 2026
Apresiasi Danantara Housing Expo 2026, Sinergi Jadi Kunci Perluas Akses Pembiayaan Perumahan
Berbasis Gotong Royong, Desa Manemeng Perkuat Ekosistem Ekonomi Kerakyatan melalui Program Desa BRILiaN