Mispa Kartini Modern, Rela Tembus Pegunungan Demi Literasi Keuangan
Start Sempurna, Futsal Inhil Libas Dumai Tanpa Ampun 5-0
Dari Inhil untuk Juara, Kontingen Futsal Dilepas ke Gubernur Cup 2026
Muscab PPP Inhil 2026 Siap Digelar, Ahmad Fuad di Tunjuk Jadi Plt Ketua
Inhil Masuk Daftar Tak Salurkan BPNT dan PKH, Begini Penjelasan Kadis Sosial
INDRAGIRI HILIR, AYORIAU.CO- Terkait informasi adanya daerah Indragiri Hilir (Inhil) yang masuk didaftar 5 Kabupaten atau Kota tidak menyalurkan bantuan BPNT dan PKH kepada keluarga penerima manfaat (KPM) tidak benar bahwa tidak ada yang tidak disalurkan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Sosial (Kadis Dinsos) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H. Arifin saat dikonfirmasi awak media melalui via WhatsApp.
Menurutnya Bantuan BPNT dan PKH bukan tidak disalurkan, tetap ada penyaluran. Kata Kadis Dinsos alasannya adalah karena ada beberapa kendala pada keluarga penerima manfaat (KPM) hingga tidak terbayarkan.
"Bukan tidak menyaluran, penyaluran tetap ada, hanya saja ada sebagian KPM yang tidak terbayarkan. karena ada beberapa kendala, itu yg di pertanyakan ibu Mentri Sosial tadi," Jawab Arifin, Selasa (31/8/2021) Siang.
Ditambahkan Arifin bahwa kendala yang terjadi sehingga sebagai KPM yang tidak tersalurkan, tidak hanya di Kabupaten Indragiri Hilir saja, bahkan se provinsi Riau juga mengalami hal serupa.
"Masalahnya hampir se Riau, antara lain ada saat jadwal penyaluran KPM nya yang tidak datang karena berbagai alasan, Kartu yan rusak, Terblokir pada saat transaksi KPM lupa, Pin mencoba berulang kali dengan pin yang salah sehingga berdampak kartunya terblokir, jauhnya jarak alamat KPM dengan tempat distribusi sehingga KPM berat / enggan untuk mengambilnya, KPM yang belum terima buku / kartu," jelas Arifin.
Pada pemberitaan sebelumnya, 5 Kabupaten Kota di Riau yang masuk pada daftar tidak ada transaksi dan distribusi BPNT dan PHK diantaranya, Kota Pekanbaru, Kabupaten Pelalawan, Rokan Hulu, Indragiri Hilir, dan Kampar.
Dikutip dari Riaupos.Jawapos.com, Untuk diketahui, dari 72.766 keluarga penerima manfaat (KPM) di lima daerah tersebut, pada tahap I terdapat 74 KPM tidak terdistribusi dan 202 KPM tidak bertransaksi. Sedangkan, pada tahap II, terdapat 822 KPM tidak terdistribusi dan 2.662 KPM tidak bertransaksi.

Berita Lainnya
Bongkar Dugaan Korupsi Proyek Gagal Meteran AMI Berpagu Rp5 T, Siapa Pejabat PLN Penerima Cashback USD 50 Juta
Fokus Pantau Landis, Tim PPIH Sektor 4 Makkah Gelar Rakor Jelang Armuzna
Dirjen PHU Kemenag RI Resmi Buka Orientasi dan Pembekalan PPIH Arab Saudi Terintegrasi 1446 H
Siapkan 238 Bus, BRI Berangkatkan 12.352 Pemudik
Melestarikan Batik Tulis dan Tenun Badui, Pekatan Batik Terus Berkembang Menghidupkan Wastra Nusantara Bersama Pemberdayaan BRI
Maknai Hari Pendidikan Nasional, BRI Peduli Gelar Kelas Inspirasi hingga Berbagi Alat Tulis Bagi Siswa SDN 104 Langensari Bandung
Dari Pangkalan Gas Jadi Mesin Cuan, BRILink Agen Buka Peluang Tambah Penghasilan Baru
Tayangan Televisi yang Melecehkan Kiai Langgar Hak Asasi Manusia
Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 34,2 Juta Pelaku Usaha, Bukti Keberpihakan BRI Terhadap Ekonomi Kerakyatan yang Terstruktur
Melestarikan Batik Tulis dan Tenun Badui, Pekatan Batik Terus Berkembang Menghidupkan Wastra Nusantara Bersama Pemberdayaan BRI
Sedot' Ratusan Miliar di Saat PLN Merugi, Yusuf Didi Terindikasi Jadikan Iluni FHUI Mesin Politik
Fokus Pantau Landis, Tim PPIH Sektor 4 Makkah Gelar Rakor Jelang Armuzna