Kepercayaan Nasabah Dorong Penghimpunan Dana, DPK BRI Capai Rp1.580 Triliun dan Didominasi CASA
AYORIAU.CO, JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.580,7 triliun hingga akhir Triwulan II 2026, tumbuh 6,7% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp1.482,1 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, rasio dana murah (CASA) meningkat dari 65,5% menjadi 67,6%, memperkuat porsi dana murah dalam struktur pendanaan BRI.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan II 2026 di Kantor Pusat BRI, Jakarta (31/8). Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Wakil Direktur Utama BRI Viviana Dyah Ayu R.K., Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi, dan Direktur Manajemen Risiko BRI Ety Yuniarti.
Aquarius mengungkapkan bahwa BRI terus memperluas layanan untuk menjawab kebutuhan transaksi nasabah yang semakin beragam. “Salah satu fokus utama transformasi BRI adalah memperkuat funding franchise, khususnya dana murah atau CASA. Strategi kami dilakukan dengan memperkuat transaksi dan menjadikan BRI semakin relevan dalam aktivitas keuangan sehari-hari nasabah,” ujar Aquarius.
Hingga akhir Triwulan II 2026, pengguna aktif BRImo mencapai 22,3 juta, dengan 3,3 miliar transaksi finansial dan volume transaksi mencapai Rp4.166 triliun. Aktivitas tersebut mulai memberikan kontribusi terhadap funding dan revenue BRI. Melalui BRILink Agen, CASA meningkat 28,6% menjadi Rp30,7 triliun, sementara fee income tumbuh 16,3% menjadi sekitar Rp915,7 miliar.
Layanan BRI juga diperluas kepada masyarakat Indonesia di luar negeri, salah satunya melalui BRImo Taiwan yang diluncurkan pada 23 Agustus 2026. Sejak soft launching pada 22 Maret 2026, BRImo Taiwan telah mencapai lebih dari 1.460 pengguna. BRImo Taiwan menyediakan layanan mobile banking 24/7 dengan berbagai fitur, mulai dari pengiriman uang ke Indonesia, transfer lokal, pembayaran QR dan kode billing MPN, pengecekan mutasi rekening, hingga konversi valuta asing USD ke NTD.
Aquarius menegaskan bahwa ke depan BRI akan terus mengintegrasikan BRImo, merchant, QRIS, BRILink Agen, payroll, dan transaction banking untuk memperkuat posisi BRI sebagai primary transaction bank bagi seluruh segmen nasabah.
“Bagi kami digitalisasi bukan hanya mengenai jumlah user atau jumlah transaksi. Target akhirnya adalah mengubah transaksi menjadi relationship, relationship menjadi CASA, dan CASA menjadi sumber pertumbuhan yang lebih berkelanjutan bagi BRI. Inilah yang kami maksud dengan transformasi funding franchise, semakin banyak aktivitas ekonomi nasabah yang berada di dalam ekosistem BRI, semakin kuat pula kemampuan kami membangun dana murah secara organik,” pungkas Aquarius.*

Berita Lainnya
Komisi XIII DPR Desak Pengungkapan Sindikat Penculikan Anak Lewat Kasus Bilqis
Gubernur Pramono Anung Instruksikan Langkah Konkret untuk Mitigasi Cuaca Panas Ekstrem
Saatnya Upgrade Kartu ke BRI Debit Contactless Mastercard, Nikmati Promo Cashback dan Jelajahi Dunia Tanpa Batas
Dua Keluarga Kurang Mampu di Mandah Butuh Perhatian Pemerintah Daerah Inhil
Melestarikan Batik Tulis dan Tenun Badui, Pekatan Batik Terus Berkembang Menghidupkan Wastra Nusantara Bersama Pemberdayaan BRI
Daftar Negara Terkaya di Dunia Tahun 2021, Indonesia Nomor Berapa?
BRI Perkuat Ekosistem Pembayaran Digital, Transaksi Debit Contactless Melonjak 1.144%
Efek Perang Dagang Amerika vs China, Peluang dan Realisasi Masa Depan Indonesia
Kapolres AKBP Syaiful Dinonaktifkan Usai Viral Tendang Anggota di Sebuah Ruangan
Transformasi BRIvolution Reignite, Segmen Commercial BRI Tumbuh Double Digit
Saatnya Upgrade Kartu ke BRI Debit Contactless Mastercard, Nikmati Promo Cashback dan Jelajahi Dunia Tanpa Batas
Dana Murah Tembus Rp1.000 triliun, Cost of Fund BRI Turun ke 2,3% pada Triwulan I 2026