Buru Bara Tersembunyi, Ekskavator PC200 Dikerahkan ke Parit 18
AYORIAU.CO, INHIL - Tim gabungan mengerahkan alat berat ekskavator Komatsu PC200 ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Parit 18, Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Alat berat diturunkan untuk mengantisipasi munculnya kembali api secara tiba-tiba.
Untuk sementara, petugas tidak menemukan titik api di lokasi tersebut. Meski demikian, tim gabungan belum menghentikan penanganan karena lahan gambut dapat menyimpan bara di bawah permukaan.
Kapolsek Tembilahan Kota IPDA Ripal Indrawata, S.H., M.H., mengatakan api di lahan gambut sulit diprediksi. Kawasan yang terlihat tidak lagi mengeluarkan asap belum tentu benar-benar aman.
“Untuk sementara tidak ditemukan titik api. Namun, kami tidak boleh lengah karena api di lahan gambut sulit diprediksi dan sewaktu-waktu bisa muncul kembali,” kata Ripal, Senin (7/9/2026).
Ekskavator PC200 digunakan untuk membuka jalur menuju area yang sulit dijangkau, membuat sekat bakar, menggali embung sebagai sumber air, serta membongkar lapisan tanah yang diduga masih menyimpan panas.
“Dari permukaan mungkin terlihat sudah tidak ada api atau asap. Namun, di bawah tanah bisa saja masih terdapat bara. Ketika cuaca panas dan angin bertiup kencang, bara tersebut dapat hidup dan menjalar kembali,” ujarnya.
Ripal mengatakan alat berat sangat membantu petugas menangani titik-titik rawan yang sulit dikerjakan secara manual. Setelah lapisan tanah dibongkar, petugas langsung melakukan penyiraman lanjutan.
“Tanah yang dicurigai masih menyimpan panas dibongkar menggunakan alat berat, kemudian dibasahi. Langkah ini dilakukan agar air dapat menjangkau bagian yang lebih dalam,” jelasnya.
Tim gabungan juga membuat embung sementara untuk mendekatkan sumber air ke lokasi penanganan. Dalam kondisi tertentu, sebagian kebun atau lahan masyarakat perlu digunakan untuk pembuatan embung tersebut.
Ripal berharap pemilik lahan dapat memahami kebutuhan petugas di lapangan. Ia memastikan langkah tersebut dilakukan untuk kepentingan bersama dan mencegah kebakaran meluas.
“Kami berharap pemilik kebun atau lahan yang digunakan untuk membuat embung sementara dapat memahami kondisi di lapangan. Langkah ini bukan untuk merugikan masyarakat, tetapi untuk mempercepat penanganan agar api tidak merambat ke kebun, permukiman, maupun fasilitas umum,” katanya.
Selain mengerahkan alat berat, tim gabungan melakukan penyisiran, pendinginan, dan pemantauan menggunakan drone. Pengawasan dari udara dilakukan untuk melihat kondisi kawasan secara lebih luas.
Penanganan karhutla melibatkan Polri, TNI, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Inhil, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah kecamatan, PLTU Tembilahan, relawan, masyarakat, serta unsur terkait lainnya.
Karhutla di kawasan Parit 18 kembali muncul pada Rabu (2/9/2026). Lokasinya berada tidak jauh dari permukiman dan fasilitas umum sehingga penanganan dilakukan secara intensif dari darat maupun udara.
Helikopter water bombing sebelumnya juga dikerahkan untuk membantu menekan kobaran api. Kini, penanganan difokuskan pada pembongkaran tanah, pembuatan sekat bakar dan embung, serta pendinginan area rawan.
“Kami belum bisa terburu-buru menyatakan kawasan benar-benar aman. Selama masih ada potensi panas di bawah tanah, penyisiran dan pendinginan akan terus dilakukan,” tegas Ripal.
Ripal turut mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga diminta segera melapor apabila melihat asap maupun indikasi kebakaran.
“Jika melihat asap atau titik api, segera laporkan agar dapat ditangani secepat mungkin,” tutupnya.

Berita Lainnya
PW IWO Riau dan PD IWO Inhil Gandeng Baznas Inhil Santuni Kaum Dhuafa Dan Anak Yatim Piatu.
Dimeriahkan Drum Band, Upacara Peringatan HUT ke 77 RI di Desa Pasir Emas, Inhil Berlangsung Khidmat
SB Rahmad Jaya 12 Klarifikasi Dugaan Over Kapasitas Jurusan Tembilahan Batam
Masyarakat Air Bagi Titipkan Harapan Pembangunan Jembatan kepada Fermadani
Kelistrikan Sumatera Dua Kali Black Out di Tahun 2024, Puluhan Miliar Proyek Alat Uji dan Alat Kerja Diduga Jadi Bancakan Korupsi
Semarak Hut RI ke-80, Satpolairud Polres Inhil Kibarkan Bendera di Perairan
Gubernur Wahid Ungkap Ada 3 Keunggulan Utama Provinsi Riau dalam Rapat Lintas Kementerian
Jum'at Berkah Menjadi Bentuk Kepedulian Polri Kepada Masyarakat
Kolaborasi Umri dan PLN Icon Plus Sumbagteng Perkuat Keahlian TIK
Refleksi Akhir Tahun, Ribuan Liter Miras Narkoba hingga Knalpot Brong Dimusnahkan
Apresiasi dan Dukungan Terhadap Penghijauan, Kapolres Inhil Berikan Bibit Pohon kepada Personel yang Berulang Tahun
Kapolres Inhil dan Forkopimda Pasang Plang Larangan di Lahan Bekas Kebakaran di Kecamatan Kempas