Start Sempurna, Futsal Inhil Libas Dumai Tanpa Ampun 5-0
Dari Inhil untuk Juara, Kontingen Futsal Dilepas ke Gubernur Cup 2026
Muscab PPP Inhil 2026 Siap Digelar, Ahmad Fuad di Tunjuk Jadi Plt Ketua
Pengamat: Penundaan Musda Golkar Riau Harus Jadi Momentum Kembalikan Kejayaan Partai
AYORIAU.CO, PEKANBARU - Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Riau yang mengalami beberapa kali penundaan mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Pengamat politik Universitas Riau, Dr. Adlin, M.Si, menilai bahwa proses suksesi di tubuh Golkar kali ini seharusnya menjadi momentum penting untuk mengembalikan kejayaan partai berlambang pohon beringin tersebut di Bumi Lancang Kuning.
“Menurut saya, suksesi Partai Golkar ini sangat menentukan arah masa depan partai. Siapa pun yang terpilih nantinya, diharapkan mampu membawa kembali kejayaan Golkar seperti masa lalu,” ujar Dr. Adlin, dosen Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Riau, saat dimintai tanggapannya, Rabu (22/10/2025).
Ia mengingatkan bahwa dulu hampir seluruh pimpinan DPRD kabupaten/kota di Riau berasal dari Partai Golkar, bahkan banyak kepala daerah yang juga lahir dari partai tersebut. Namun, belakangan ini, dominasi itu mulai memudar.
“Artinya, suksesi kali ini harus mampu mengembalikan tamadun dan kejayaan itu. Golkar harus belajar dari kekalahan dalam beberapa pilkada sebelumnya, yang salah satunya karena lemahnya integrasi antargenerasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dr. Adlin menilai bahwa figur yang diharapkan muncul dari Musda kali ini adalah sosok kader muda yang energik, memiliki kapasitas kepemimpinan di daerah, serta mampu menjaga soliditas internal partai hingga ke tingkat pusat.
“Harus ada kader Golkar yang benar-benar bisa membesarkan partai, punya kemampuan membangun komunikasi politik, baik di internal maupun eksternal. Hubungan yang harmonis dengan DPP dan DPD di bawahnya menjadi kunci,” tambahnya.
Terkait penundaan Musda, Adlin menilai hal tersebut merupakan bagian dari dinamika demokrasi di internal Golkar yang sudah cukup matang.
“Golkar itu partai yang dewasa dan demokratis. Prosesnya memang terkadang memerlukan waktu. Bahkan, bisa saja berakhir dengan aklamasi, dan itu justru bagus karena memperkuat kesatuan suara antara daerah dan pusat,” pungkasnya.*** ( Rls)

Berita Lainnya
Manfaatkan VPN, Pemda Inhil Hemat Anggaran Hingga 1.6 Miliar
Mengapa Bang Ferry dan Bang Dani Populer di Kalangan Gen Z dalam Pilkada Inhil?
Kapolres Inhil Pantau Arus Balik Mudik Lebaran di Guntung
Polemik Royalti Musik, Pemerintah Harus Pertemukan Musisi, Pelaku Usaha, dan LMKN
Kapolres Inhil Beri Kejutan Ulang Tahun kepada Dandim 0314/Inhil
Pj Bupati H.Herman Bersama DPRD Sepakati Ranperda APBD Inhil TA 2024
SMSI Riau Dukung RM Margono Djojohadikusumo Sebagai Pahlawan Nasional
3 Hari Tertimbun Reruntuhan Gempa Cianjur, Balita Diselamatkan Dalam Kondisi Hidup
Sertijab, Kompol Teguh Wiyono Gantikan Kompol Benhardi Sebagai Kapolsek Kemuning
PLN Icon Plus Sumbagteng Rutin Menjaga dan Meningkatkan Layanan Internet di Perawang
Personel Polres Inhil Laksanakan Kurve HLH Sedunia
Polda Riau Gelar Lomba Karya Jurnalistik Pemilu Damai 2024