Mispa Kartini Modern, Rela Tembus Pegunungan Demi Literasi Keuangan
Start Sempurna, Futsal Inhil Libas Dumai Tanpa Ampun 5-0
Dari Inhil untuk Juara, Kontingen Futsal Dilepas ke Gubernur Cup 2026
Polres Inhil Ungkap Kasus Narkoba, Seorang Pria Berhasil Diamankan
Penurunan Prevalensi Stunting di Desa Belantaraya Kecamatan Gaung Terus Ditingkatkan
AYORIAU.CO, INHIL - Pemerintah Desa Belantaraya, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), melalui Puskesmas Gaung terus berupaya menurunkan angka prevalensi stunting yang menjadi salah satu fokus intervensi pada tahun 2022 hingga 2024.
Berdasarkan data terbaru, prevalensi stunting di Indonesia turun dari 24,4% pada 2021 menjadi 21,6% pada 2022, namun angka ini masih tergolong tinggi menurut standar WHO (>20%).
Desa Belantaraya menjadi salah satu dari 26 desa di Kabupaten Indragiri Hilir yang ditetapkan sebagai lokasi fokus (lokus) intervensi penurunan stunting. Berbagai upaya telah dilakukan, seperti pengukuran rutin bayi/balita, penyuluhan pencegahan stunting, pemberian makanan tambahan (PMT), serta edukasi terkait pola asuh dan pola konsumsi ibu hamil.
Meski demikian, beberapa kendala masih dihadapi. Di antaranya adalah akses air bersih yang terbatas, perilaku hidup tidak sehat, dan rendahnya tingkat konsumsi ASI eksklusif. Selain itu, masih banyak masyarakat yang belum memiliki informasi yang cukup mengenai stunting dan cara pencegahannya.
Pemerintah desa bersama Puskesmas dan tim lintas sektor juga telah memberikan perhatian khusus pada kelompok sasaran berisiko, seperti ibu hamil, bayi bawah dua tahun (baduta), dan remaja putri. Pendampingan yang intensif diharapkan mampu mencegah terjadinya stunting, terutama pada masa 1.000 hari pertama kehidupan, yang merupakan periode krusial untuk pertumbuhan fisik dan kognitif anak.
Kolaborasi lintas sektor di Desa Belantaraya diharapkan dapat meningkatkan sinergi dan mempercepat penurunan angka stunting di wilayah tersebut, sesuai dengan target nasional.
Berdasarkan data Puskesmas Gaung, kasus stunting di desa Belantaraya mengalami penurunan. Dimana, pada tahun 2022 kasus stunting mencapai 0,95% turun menjadi 0,36% di tahun 2023 dan menjadi 0,35% pada tahun 2024. (Adv)

Berita Lainnya
Didampingi Kadiskes, Pj Bupati Erisman Yahya Sidak Puskesmas
Bupati Inhil Wardan Hadiri Acara Wisuda Rumah Tahfidz Al-Quran Kec.Kempas
Bupati Inhil Terima Rapor SAKIP 2018, Bobot Penilaian Alami Kenaikan
Bupati Inhil HM WARDAN Hadiri Malam Puncak Grand Final Pemilihan Bujang & Dara 2023
Percepat Penanganan Covid-19, Bupati Inhil HM WARDAN Ikuti Rakor Dengan Kemendagri
Pemkab Inhil Raih Predikat WTP, LHP, LKPD Enam Kali Berturut
Dinkes Inhil Sukses Laksanakan Edukasi Tentang Program Prilaku Hidup Sehat kepada Masyarakat Tanah Merah
Wabup Ikut Shalatkan Almarhumah Kepala UPTD CapilTempuling
Dinkes Inhil Ajak Orang Tua Ikuti Pelayanan kesehatan bayi baru lahir sesuai standar
Bupati HM Wardan Meletakkan Batu Pertama Pembangunan Surau dan Gedung Serbaguna PKDP Inhil
Bupati Inhil HM.Wardan Hadiri Pembukaan MTQ Ke-41 Tingkat Provinsi Riau Ke- Tahun 2023
Bupati Inhil Periksa Mobil Dinas ASN se Kabupaten Inhil