Plang Tanah Ulayat 160 Hektare Tuai Sorotan, Warga Duga Kelompok Tani Dibentuk Hindari Sitaan
AYORIAU.CO, KAMPAR - Keberadaan plang pemberitahuan yang menyatakan lahan seluas 160 hektare sebagai tanah adat/ulayat Kenegerian Koto Lubuk Agung Datuk Sutan Jalelo yang berada di desa Koto Lubuk Agung,Kabupaten Kampar Provinsi Riau menuai sorotan dari sejumlah warga.
Pada papan informasi tersebut disebutkan bahwa lahan dikelola oleh Kelompok Tani Lubuk Agung yang terdiri dari 34 Kepala Keluarga (KK) dengan maksimal penguasaan 5 hektare per KK. Total luas penguasaan tercantum mencapai 160 hektare, serta mencantumkan rujukan Undang-Undang Cipta Kerja terkait pelaporan dan pengelolaan wilayah ulayat.
Namun, salah satu warga yang enggan disebutkan namanya pada Minggu (08/03/26) menyebut klaim tersebut tidak benar, “Hal itu hanya isapan jempol belaka. Itu kebunnya milik salah satu pengusaha bernama SP seluas 160 hektare, Kelompok tani itu dibuat dengan memberikan kompensasi sebesar Rp700 ribu per bulan untuk setiap anggota,” ujarnya.
Warga tersebut juga menduga pembentukan kelompok tani digunakan sebagai tameng untuk menghindari atau mengelabui proses sitaan maupun eksekusi lahan dari pihak Satgas PKH dan PT Agrinas Palma Nusantara.
“Sejauh ini lahan tersebut sudah menjadi objek sitaan dari Satgas PKH dan PT Agrinas Palma Nusantara,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kelompok Tani Lubuk Agung, pengusaha yang disebutkan, maupun pihak PT Agrinas Palma Nusantara terkait dugaan tersebut. Pihak terkait diharapkan dapat memberikan klarifikasi guna menghindari simpang siur informasi di tengah masyarakat.(red)

Berita Lainnya
Wisuda 325 Mahasiswa, Universitas Abdurrab Menuju Visi Internasional
Kunjungi PPK Enok, IPTU Cardi Minta Layani Masyarakat dengan Netral dan Humanis
Ketua Caretaker BPC HIPMI KOTA Pekanbaru beserta Unsur pengurus , "Sowan" ke Senior dan Alumni HIPMI Riau.
Polsek Tempuling Gelar KRYD Bersama Forkopincam, Sasar Premanisme di Pasar Sungai Salak
Gus Muhaimin Hadirkan Rumah Bebas Asap untuk Pesantren di Pekanbaru
Serius Perhatikan Inhil, Anggota DPR RI Ini Anggarkan Pembangunan Jalan Menuju Wisata Religi
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Polda Riau Kerahkan 971 Personel
Kapolda Riau Beri Keleluasaan Anggota Antar Anak di Hari Pertama Sekolah
Buka Khitanan Massal di Mandah, Ferryandi Beri Pesan Pentingnya Pendidikan Bagi Anak
PW-IWO Riau Siap Awasi Dana CSR di Indragiri Hilir Agar Tepat Sasaran dan Transparan
Progres Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Batang Tuaka Capai 95 Persen
General Manager PT Pelindo Tembilahan Ajak Masyarakat Wujudkan Semangat Kemerdekaan