Mispa Kartini Modern, Rela Tembus Pegunungan Demi Literasi Keuangan
Start Sempurna, Futsal Inhil Libas Dumai Tanpa Ampun 5-0
Dari Inhil untuk Juara, Kontingen Futsal Dilepas ke Gubernur Cup 2026
Warga Inhil Gantung Diri dan Tinggalkan Surat, Ini Kronologinya
AYORIAU.CO, INHIL - Seorang warga Desa Teluk Nibung, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), berinisial BK (46), ditemukan meregang nyawa dengan cara gantung diri menggunakan 2 helai kain sarung, disebuah jembatan penyeberangan kanal 10,5, kebun induk I PT.RSUP, Pulau Burung, Kabupaten Inhil, pada Kamis (23/02/23) lalu.
Peristiwa pilu tersebut pertama kali diketahui oleh salah seorang karayawan PT.RSUP Muyono yang kebetulan pagi itu hendak pergi bekerja.
Kapolres Inhil AKBP Norhayat SIK, melalui AKP Muhammad Rafi mengungkapkan, bahwa dalam 6 bulan terakhir korban mempunyai riwayat sakit saraf terjepit sehingga mengakibatkan susah untuk berjalan.
"Korban dalam 6 bulan terahir menderita sakit saraf terjepit sehingga susah untuk berjalan dan selama 1 tahun ini pula korban di tinggal istrinya yang saat ini telah pulang ke kampung halaman mereka di Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi," ujarnya.
Lanjut AKP Muhammad Raffi menyebutkan, korban mengakhiri hidupnya menggunakan 2 helai kain sarung yang dijadikan sebagai tali dan terdapat sepucuk surat yang ia tinggalkan dirumah anaknya yang berinial IK.
"Korban gantung diri menggunakan 2 helai kain sarung yang dijadikan tali untuk mengikat dan sebelumnya korban juga sempat meninggalkan surat dirumah anaknya yang bertulis (Abah di jembatan)," tuturnya.
Lebih lanjut, Akp Muhammad Raffi, menjelaskan kronologinya, bahwa pada hari kamis (16/02), korban yang berprofesi sebagai buruh harian lepas itu meminta izin kepada mandornya untuk berobat serta izin akan menjenguk adiknya di Desa Air Tawar Kecamatan Kateman.
"Rabu (22/02), mandor korban mendapat telpon dari korban, yang mana ia menyampaikan bahwa belum bisa masuk kerja dikarenakan sakit dan saat ini sedang berada di rumah anaknya," ujar AKP Muhammad Rafi.
Kamis (23/02), sekira pukul 04.30 wib, lanjutnya, IK terbangun dan melihat ayahnya juga telah terbangun, selanjutnya ia mengatakan "Pak, Jangan kemana-mana, Bapak kan sakit" sembari IK kembali tidur.
"Pagi, sekira pukul 07:45 seorang karyawan PT. RSUP, Muyono hendak pergi berangkat kerja menggunakan pompong di kanal 10,5 kebun induk I PT. RSUP, ia melihat orang tergantung dibawah jembatan," ungkapnya.
Namun, lanjut AKP Muhammad Rafi, karena jarak pandang jauh sekitar kurang lebih 50 meter dari jembatan, Muyono kemudian mendekati jembatan tersebut guna memastikan kebenarannya dan ketika didekati alangkah terkejutnya ia ternyata yang tergantung tersebut benar sesosok mayat.
"Saat itu, melintas Saptono dengan menggunakan sepeda motor dari arah tepi kanal, lalu saksi Muyono memanggil Saptono untuk sama - sama mengecek kondisi mayat tersebut dan kemudian diketahui bahwa sesosok mayat tersebut merupakan BK," lanjutnya.
Dari situ, kemudian kedua saksi melaporkan kejadian terebut kepada Maskur selaku manager kebun induk PT. RSUP. Mendapatkan Info itu, manager kebun induk I PT. RSUP kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Pulau Burung.
Menindak lanjuti laporan tersebut, personil Polsek Pulau Burung bersama Puskesmas Pulau Burung serta klinik kesehatan PT. RSUP kemudian berangkat menuju TKP guna melakukan pemeriksaan terhadap kondisi korban dan melakukan olah TKP.
"Dari hasil pemeriksaan dokter penanggung jawab klinik PT. RSUP Pulau Burung, dr. Weny Astika Dewi, dan Nakes Puskesmas Pulau Burung menerangkan, bahwa korban meninggal dunia dikarenakan henti nafas akibat jeratan tali di leher (diduga bunuh diri) dan pada tubuh korban tidak ditemukan bekas luka maupun tindak kekerasan," ujarnya.
Selanjutnya, pihak korban menolak untuk di otopsi dan kini korban diserahkan kerumah duka untuk dilakukan proses pemakaman.
"Saat ini korban telah diserahkan kepada anak kandungnya Ikbal untuk dilakukan proses pemakaman di Kampung halaman korban yakni di Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi serta menyatakan menolak untuk dilakukan Otopsi," tutup AKP Muhammad Rafi.

Berita Lainnya
Sinergi di Tengah Bara: Kapolres dan Dandim Inhil Berjibaku Padamkan Karhutla
Polres Inhil Lakukan Pemadaman Karlahut
Polisi Berhasil Ungkap Kasus Temuan Mayat di Sungai Guntung Inhil, Berikut Kronologinya
Speedboat Terbalik, Kapolres Inhil : Data sementara 12 Orang Penumpang meninggal dunia, Terdiri dari Anak-anak dan Orang Dewasa
BPBD Inhil Evakuasi Korban Laka Laut di Perairan Sungai Dusun
Kapolres Inhil Kunjungi Korban Bencana Banjir di Kemuning
Remaja Perempuan Tewas Diterkam Harimau di Areal Hutan PT MSK Inhil
Satu Unit Rumah Dinas Camat Kuindra di Inhil Terbakar
Korban Nyawa Diladang Migas PT. PHR Bertambah Menjadi 13 Orang
Tim Relawan Mafirion Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Pulau Kijang
6 kios dan 4 Rumah di Inhil Hangus terbakar, Berikut Nama Korban
Kapolres Inhil Turun Padamkan Karlahut di Kecamatan Batang Tuaka