Mispa Kartini Modern, Rela Tembus Pegunungan Demi Literasi Keuangan
Start Sempurna, Futsal Inhil Libas Dumai Tanpa Ampun 5-0
Dari Inhil untuk Juara, Kontingen Futsal Dilepas ke Gubernur Cup 2026
Polres Inhil Ungkap Kasus Narkoba, Seorang Pria Berhasil Diamankan
Fluktuasi, 3 Kelurahan di Tembilahan Konsisten Alami Peningkatan Kasus Stunting
AYORIAU.CO, INHIL - Stunting, kondisi di mana tinggi badan anak lebih pendek dari standar usianya akibat kekurangan gizi kronis, masih menjadi tantangan besar di Kecamatan Tembilahan.
Data dari sistem pencatatan e-PPGBM menunjukkan peningkatan kasus stunting dari 41 kasus pada 2022 menjadi 89 kasus di 2023, meskipun terjadi sedikit penurunan menjadi 87 kasus di 2024. Kelurahan Pekan Arba, Tembilahan Hilir, dan Sungai Beringin mengalami peningkatan kasus secara konsisten, sedangkan kelurahan lainnya mencatat penurunan pada 2024.
Faktor-faktor yang berkontribusi pada tingginya angka stunting di Kecamatan Tembilahan meliputi:
Kekurangan Imunisasi: 72% balita stunting tidak menerima imunisasi dasar lengkap, salah satunya akibat kekhawatiran orang tua terhadap efek samping.
Paparan Asap Rokok: Sebanyak 63,2% balita hidup di rumah dengan perokok aktif, yang memperburuk kondisi kesehatan.
Pendidikan Rendah: Rendahnya pendidikan orang tua berdampak pada kurangnya pemahaman akan pentingnya gizi dan pola asuh yang tepat.
Pemberian MP-ASI yang Tidak Sesuai: 42,5% balita stunting tidak mendapatkan MP-ASI sesuai standar.
Kurangnya Pemahaman Tentang Stunting: Sebanyak 23% orang tua kurang paham akan pentingnya gizi seimbang.
Tidak Mendapat ASI Eksklusif: 19,5% balita stunting tidak mendapatkan ASI eksklusif.
Kondisi Sanitasi dan Air Bersih yang Buruk: Sebanyak 13,7% rumah tidak memiliki jamban sehat, dan 13% keluarga kesulitan mengakses air bersih.
Kecamatan Tembilahan telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi stunting, termasuk penyuluhan gizi, pendampingan ASI eksklusif, pemberian Tablet Tambah Darah pada ibu hamil dan remaja putri, serta peningkatan akses air bersih dan sanitasi.
Program inovatif seperti KECAP MANIS (kelas pelayanan calon pengantin mandiri dan harmonis) dan GEMAS (Gerakan Remaja Sehat) dari Puskesmas Tembilahan Kota juga terus diimplementasikan.
Namun, untuk menurunkan angka stunting secara signifikan, diperlukan pendekatan yang lebih kuat dan menyeluruh, termasuk peningkatan akses terhadap layanan kesehatan, edukasi bagi masyarakat, dan perbaikan sanitasi serta air bersih. (Adv)

Berita Lainnya
Bupati Buka Konfercab IAI Inhil
Bupati HM WARDAN Apresiasi Peningkatan Jumlah Hewan Qurban Di Sekretariat Daerah Pemkab Inhil
Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-60 Digelar di Desa Kuala Selat-Kateman
Bupati Inhil HM WARDAN Melakukan Pemancangan Perdana Pembangunan Rumah Layak Huni Desa Simpang Tiga Enok
1 Bayi di Inhil Meninggal di Makamkan Standar Covid
DPRD Inhil Gelar Rapat Paripurna Pengucapan Sumpah Janji Jabatan
Penurunan Prevalensi Stunting di Kecamatan Reteh: Fokus pada 1000 Hari Pertama Kehidupan
Bupati Inhil Wardan Hadiri Acara Wisuda Rumah Tahfidz Al-Quran Kec.Kempas
Bupati HM WARDAN Apresiasi Peningkatan Jumlah Hewan Qurban Di Sekretariat Daerah Pemkab Inhil
Seluruh Pasien Positif Sembuh, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Inhil Apresiasi Kinerja Tim Medis
Sasar 2 Desa Di Keritang, Bupati Inhil HM WARDAN Apresiasi Program TMMD Ke-116 Kodim 0314 InhilTanpa judul
GOW Inhil Gelar Peringatan Isra Mi'raj