Sentuhan Kemanusiaan di Lorong Cinta Maju, Polres Inhil Jenguk Tukang Becak Korban Kekerasan
AYORIAU.CO, INHIL - Pagi itu, Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, suasana di Jalan Gerilya Lorong Cinta Maju tampak berbeda dari biasanya. Sejumlah personel berseragam cokelat terlihat memasuki lorong sempit menuju sebuah rumah sederhana. Mereka bukan datang untuk melakukan penindakan, melainkan membawa kepedulian.
Melalui program Polantas Menyapa, Polres Indragiri Hilir mengunjungi Suratman (61), tukang becak yang akrab disapa Rano, korban penganiayaan di kawasan Pasar Tumpah beberapa waktu lalu.
Korban yang Tetap Berjuang di Usia Senja Di usianya yang tak lagi muda, Rano masih setia mengayuh becak demi menyambung hidup. Setiap hari ia berangkat sejak pagi, menunggu penumpang di pasar, berharap ada rezeki untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Namun nasib berkata lain.
Di tengah perjuangannya mencari nafkah, ia justru menjadi korban tindak kekerasan. Luka fisik yang dialaminya belum sepenuhnya pulih. Lebih dari itu, trauma dan rasa sedih masih membekas.
Saat rombongan Satlantas tiba, Rano tampak terharu.
Dengan tubuh yang masih lemah, ia berusaha duduk menyambut tamu yang datang. Tatapannya menyiratkan kelelahan, namun juga rasa syukur.
Hadir Bukan Hanya untuk Menegakkan Hukum
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Inhil, AKP Ricki Marzuki, S.H., bersama personel Satlantas.
Mereka datang membawa santunan dan dukungan moril, sebagai bentuk empati dan perhatian terhadap korban.
Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora melalui Kasat Lantas AKP Ricki Marzuki menegaskan bahwa Polri harus hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung dan pengayom masyarakat dalam arti yang sesungguhnya.
“Bapak Kapolres AKBP Farouk Oktora berpesan, Polri harus hadir di tengah masyarakat, terutama saat warga sedang mengalami musibah. Kami tidak ingin korban merasa sendiri. Negara hadir melalui kami,” ujarnya.
Ia menambahkan, profesi Rano sebagai tukang becak yang bekerja keras di usia lanjut menjadi perhatian khusus.
“Beliau mencari nafkah dengan keringat sendiri. Di usia 61 tahun masih mengayuh becak demi keluarga. Ketika beliau menjadi korban kekerasan, kami merasa terpanggil untuk datang, memberi semangat, dan memastikan beliau mendapatkan perlindungan serta rasa keadilan,” tegasnya.
Tangis Haru di Rumah Sederhana
Suasana semakin mengharukan ketika Rano menyampaikan rasa terima kasihnya. Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, ia mengaku tak menyangka aparat kepolisian akan datang langsung menjenguknya.
“Kami benar-benar tidak menyangka Bapak-bapak Polisi akan datang langsung ke rumah. Terima kasih kepada Bapak Kapolres AKBP Farouk Oktora dan Kasat Lantas. Bantuan dan perhatian ini sangat berarti bagi kami di tengah kondisi sulit seperti sekarang,” ucapnya lirih.
Bagi keluarga kecil itu, kehadiran polisi bukan sekadar kunjungan formal. Itu adalah penguat semangat di saat mereka merasa rapuh. Di ruangan sederhana itu, tidak ada sekat antara aparat dan rakyat, yang ada hanyalah rasa kemanusiaan.
Wujud Kepedulian dan Meningkatkan Kepercayaan Publik
Selain sebagai bentuk empati, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa kepedulian sosial dan mempererat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat. Kehadiran personel Satlantas di wilayah tersebut turut meminimalisir potensi kesemrawutan, pelanggaran, serta kecelakaan lalu lintas.
Hasil kegiatan ini diharapkan dapat
Menciptakan rasa kepedulian terhadap masyarakat yang menjadi korban kekerasan meminimalisir potensi gangguan ketertiban dan pelanggaran lalu lintas.
Meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri melalui kehadiran langsung di tengah masyarakat
Polisi dan Hati Nurani
Kunjungan itu menjadi pengingat bahwa di balik seragam dan tugas pengaturan lalu lintas, ada hati yang peduli. Polisi bukan hanya hadir saat pelanggaran terjadi, tetapi juga saat air mata jatuh dan harapan mulai memudar.
Di rumah kecil di Jalan Gerilya Lorong Cinta Maju itu, yang diberikan bukan hanya santunan. Yang ditinggalkan adalah harapan, bahwa keadilan akan ditegakkan, bahwa korban tidak sendiri, dan bahwa kepedulian masih hidup di tengah masyarakat.
Melalui program Polantas Menyapa, Polres Indragiri Hilir menegaskan komitmennya untuk terus hadir, melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat, tanpa memandang latar belakang, terutama bagi mereka yang sedang terluka dan membutuhkan uluran tangan.

Berita Lainnya
Refleksi Akhir Tahun, Ribuan Liter Miras Narkoba hingga Knalpot Brong Dimusnahkan
Penimbunan Jalan Desa Danau Pulai Indah Menuju Desa Bagan Jaya, Masyarakat Ucap Terima Kasih Kepada Bupati HM Wardan
Polres Inhil Gelar Apel Launching Penggunaan Tanjak dan Selempang bagi Personel
Pelanggaran Hukum yang Dapat Diselesaikan Melalui Restorative Justice
Polda Riau Awasi Lahan Bekas Terbakar, Pastikan Karhutla Tak Jadi Jalan Membuka Lahan
Fenomena Pasir Timbul Pantai Mutiara Teluk Kiambang Diserbu Wisatawan
Berkah Ramadhan, Keluarga Besar TNI dan Polri Inhil Bagikan Takjil
Pemkab Inhil Gelar Apel Siaga Karhutla 2026, Kapolres Inhil Sosialisasikan Green Policing dan Sebar Maklumat Larangan Membakar Lahan
Kolaborasi Srikandi PLN, PIKK, dan YBM PLN Ajak Anak-anak Panti Asuhan Baitul Arief Meraih Mimpi
KOMPAK Provinsi Riau : Pemerintah Daerah dan Lembaga Negara Wajib Lindungi Anak dari Bahaya Miras dan Zat Adiktif Lainnya
Momentum Ramadhan, Kapolsek Tempuling Perkuat Sinergi dan Ukhuwah Bersama Warga Teluk Jira
Polsek Sungai Batang Gelar Panen Raya, Wujud Dukungan Ketahanan Pangan