Hadirkan Pembicara 5 Negara, Universitas Abdurrab Gelar Konferensi Internasional


AYORIAU.CO, PEKANBARU - Universitas Abdurrab (Univrab) kembali menggelar kegiatan 2nd International Conference on Engineering, Health and Social Sciences (2nd ICo-EHSS 2026), Kamis (12/02/2026) di Smart Classrom, Universitas Abdurrab,  Kampus I Univrab di Jalan Riau, Pekanbaru.

Konferensi yang dilaksanakan secara hybrid ini mengambil tema "Synergizing Innovation and Integrity: Integrating Engineering, Health, and Social Sciences based on Rabbani, Amanah, and Beradab Values toward SDGs 2030 and Asta Cita" menghadirkan pembicara dari 5 negara.

Keynote Speakers dalam kegiatan ini disampaikan oleh Professor Ts. Dr Norazah Abd Rahman, Deputy Vice-Chancellor (Research and Innovation) Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia yang bicara tentang Pyrolysis of solid waste: An intergrated approach to waste management and renewable energy production.

Lalu ada Invited Speakers yaitu Prof Harisun (UTM) Malaysia, Prof. Rao, Director, International Relations & Research Collaborations (Reva University) India, dr. Tiara Martias, M.Ph, Ph.D (Nossal Institute for Global Health The University of Melbourne-Australia), Prof. Faizul Hasan (Chulalongkorn University Thailand), Prof. Manlian (Universitas Tujuhbelas Agustus Indonesia), Prof. Vitri Tunjungsari (Universitas Esa Unggul), Assoc. Prof. Sukri Dean, Faculty of Engeenering Universitas Abdurrab, dr. Feriandri Utomo, M.Biomed, Lecturer, Faculty of Medicine Universitas Abdurrab, Assoc.Prof. Darmadi SKM.,M.Biomed, Head Medical Laboratory of Technology Universitas Abdurrab, Assoc.Prof. Liza Trisnawati, M.Kom, Vice Rector II Universitas Abdurrab, dan Luluk Elvitaria, M.Kom, Lecturer Technology Information Universitas Abdurrab.

Rektor Univrab, Prof. Susi Endrini, S.Si, M.Sc, Ph.D menjelaskan pembicara berasal dari Indonesia, Malaysia, Thailand, India dan juga Australia, ada juga dari Kementerian PU, selain itu digelarnya kegiatan konferensi internasional ini adalah bagian dari upaya Univrab menuju level internasional.

"Salah satu syarat yang harus dilakukan adalah menggelar acara bertaraf Internasional seperti konferensi internasional ini. Ilmu yang ada di Abdurrab kita berikan kepada mereka dan sebaliknya mereka juga memberikan ilmunya kepada kita, kita perlu berkolaborasi agar ilmu itu terus berkembang" jelasnya.

Rektor berharap melalui kegiatan ini peserta mendapatkan pengetahuan implementasi konsep Rabbani, Amanah dan Beradab dalam ilmu kedokteran, kesehatan, teknik dan sains sosial , dan masyarakat luas pun bisa mengambil manfaat dari kegiatan ini.

"Kami ingin mahasiswa dan dosen Univrab  tampil di forum-forum internasional melalui kegiatan-kegiatan dengan skala internasional mendapatkan ilmu yang sifatnya kekinian, kita juga minta mahasiswa kita betul-betul belajar, mendapatkan ilmunya dan mengamalkannya. Jadi kuliah tidak sekadar mendapatkan gelar sarjana saja. Kita juga gelar lomba poster untuk mahasiswa dan dosen, ini isinya ilmu semua," harapnya.

Jadi kita terbagi ke beberapa klaster, klaster RAB ini mengkombinasikan apa yang ada di dalam alquran dengan penelitian, misalnya penelitian soal kopi meranti yang kemudian menghasilkan kosmetik.

Terkait koloborasi yang rutin dilakukan Univrab dengan sejumlah Universitas di Malaysia menurutnya berdasarkan fakta bahwa banyak kampus di Malaysia yang kini sudah masuk peringkat 500 dunia, secara resam juga sama, bahasa juga, jadi banyak kesamaannya dan ini tentu saja memudahkan untuk berkolaborasi dan yang pasti menurutnya jaraknya juga sangat dekat.

"Makanya kita terus berusaha untuk mengejalar level internasional, salah satunya ya dengan kolaborasi dengan universitas di Malaysia dan lainnya, 4 prodi kita juga sudah unggul, kita harus sering-sering bikin forum internasional ini, melakukan student exchange dan juga riset kolaborasi, target kami 4 tahun kita sudah mengajukan akreditasi internasional," azamnya.

Ditambahkannya banyak hal yang kini dilakukan oleh Univrab terkait pegembangan prodi, apalagi saat ini pihaknya sudah mendapatkan izin membuka Prodi Profesi Apoteker dan sedang menunggu izin untuk Prodi Profesi Psioterapi.

Professor Ts. Dr Norazah Abd Rahman memaparkan, produksi limbah sampah terus mengalami peningkatan yang diperkirakan akan meningkat sebesar 70% pada tahun 2050, mencapai 3,4 miliar ton per tahun. Termasuk plastik 14%, sampah organik 43%, lainnya (termasuk sampah berbahaya) 13%, logam 5%, tekstil 3%, kertas 17%, dan kaca 5%. Supaya tidak  menjadi masalah sosial bagi masyarakat perlu energi pengelolaan. Metode pengelolaan sampah padat mulai dari pengelolaan sampah padat mulai dari tempat pembuangan ahir, mekanisme daur ulang yang dilakukan, sehingga menjadi energi. 

"Pengelolaan limbah padat mengunakan pendekatan terpadu dan produksi terbarukan. Salah satunya pengelolaan limbah padat melalui pirolisis merupakan proses dekomposisi yang terjadi tanpa adanya oksigen. Proses konversi material mejadi padat, cair atau gas tanpa adanya oksigen dengan memaksimalkan material dalam suhu berkisar antara 300 c sampai dengan 800 c," ulasnya.

Pengolahan limbah padat menjadi energi dimungkinkan, dengan adanya dukungan kuat dari pihak berwenang (pemerintah), industri, dan masyarakat. Keberhasilan mewujudkan ide tersebut menjadi teknologi nyata akan menjadi tantangan. Dalam konteks Malaysia, tidak banyak organisasi yang menjalankan teknologi tersebut.

Universitas Abdurrab Kampus I beralamat di Jalau Riau Ujung Nomor 73 Pekanbaru. Kampus II terletak di Jalan Bakti, Tangkerang Barat, Marpoyan Damai Pekanbaru Riau. Informasi pendaftaran mahasiswa baru bisa menghubungi telepon selular 08116900026, media sosial Instagram, Facebook, Youtube dan TikTok @universitasabdurrab.official. (*)


[Ikuti Ayoriau.co Melalui Sosial Media]



Tulis Komentar