Dinkes Inhil Gelar Kikc Off ILP Evaluasi Intervensi Spesifik dan Publik Stunting
AYORIAU.CO, INHIL - Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir (Dinkes Inhil) menggelar Kick Off Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) Evaluasi Intervensi Spesifik dan Publikasi Stunting, di aula salah satu hotel, Jalan Baharuddin Jusuf, Rabu (25/9/24).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil, Rahmi Indrasuri dalam sambutannya mengatakan, bahwa Kemenkes RI saat ini tengah melakukan Transformasi Sistem Kesehatan yang berfokus pada Layanan Kesehatan Primer di setiap unit pelayanan kesehatan dasar, guna mendekatkan layanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat melalui Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP).
Hal ini, kata Rahmi, diharapkan dapat menjawab permasalahan yang dialami oleh masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan primer, termasuk percepatan penurunan prevalensi stunting. Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, menunjukkan adanya Penurunan prevalensi Stunting di Kabupaten Inhil bahkan di tingkat Nasional penurunannya hanya 0,1%, di Provinsi Riau 3,4%, dan di Kabupaten Inhil pada tahun 2021 (SGGI) 28,4% terjadi kenaikan sebesar 0,1% pada tahun 2022 yaitu 28,5% dan di tahun 2023 telah terjadi penurunan sebanyak 9,7% yaitu 18,8%.
“Sehingga wakil presiden selaku ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tingkat Nasional membuat kebijakan untuk melaksanakan kegiatan intervensi serentak.
Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) berfokus pada siklus hidup (ibu, balita, remaja, usia dewasa dan lansia) sebagai platform integrasi layanan kesehatan, sebagai fokus penguatan promosi dan pencegahan, mendekatkan layanan kesehatan melalui jejaring hingga tingkat desa dan dusun,” ungkapnya.
Selaras dengan itu, Rahmi menyebut, bahwa pelaksanaan kegiatan Intervensi Pencegahan Stunting juga berkoordinasi dengan melibatkan semua Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, sampai Kelurahan/Desa untuk mencegah lahirnya anak Stunting baru melalui pendataan, penimbangan, pengukuran, edukasi dan intervensi bagi seluruh ibu hamil, balita dan calon pengantin secara berkelanjutan yang dilaksanakan pada bulan Juni 2024.
“Peran puskesmas sebagai penanggung jawab masalah kesehatan di wilayah kerjanya, akan semakin kuat dengan aktifnya PWS di tingkat desa/kelurahan oleh petugas kesehatan bersama kader. Selain itu, puskesmas dan posyandu memiliki peran penting dalam ILP yang komprehensif dan terpadu, melalui berbagai layanan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif dan valiatif sesuai dengan kebutuhan kesehatan masyarakat serta dapat mendeteksi dini permasalahan gizi, memberikan edukasi pencegahan Stunting kepada seluruh sasaran dan melakukan intervensi segera bagi sasaran yang memiliki masalah gizi serta meningkatkan kunjungan cakupan sasaran ke Posyandu,” imbuhnya. (Adv)

Berita Lainnya
UPT Puskesmas Sungai Piring Laksanakan Gerakan Kamis Bersih yang Dicanangkan Pj Bupati Inhil
Wakil Bupati Inhil Rayakan Idulfitri Bersama, Penuh Kehangatan dan Kedekatan dengan Masyarakat
Bupati HM Wardan Ekspos Potensi Perkelapaan Inhil Di Program Nusa Raya Kompas.Com
DPRD Inhil Terima Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa dan Petani Kelapa
Bupati Inhil HM Wardan Apresiasi Sosialisasi Pembinaan Dan Pengenalan PMI Kepada Para Siswa
Wakil Bupati Lepas Keberangkatan Jamaah Haji Kloter 11, Doa dan Harapan Mengiringi dari Tanah Inhil
HM Wardan Berikan Apresiasi Pada Lomba Mewarnai Tingkat Paud yang Ditaja Diskominfo Inhil
Safari Ramadhan, Bupati Inhil HM WARDAN Dampingi Gubernur Riau Ziarahi Makam Tuan Guru Sapat
GOW Inhil Laksanakan Maulid Nabi Muhammad SAW
Ziarah Nasional HUT TNI ke-80, Wabup Inhil Ajak Generasi Muda Hargai Jasa Pahlawan
Pemda Inhil Terima Dua Piagam Penghargaan Dari DJPb Provinsi Riau
Pemkab Inhil Akan Segera Bayarkan Gaji Non-ASN