DPRD Inhil Terima Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa dan Petani Kelapa
AYORIAU.CO, TEMBILAHAN - Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Ir. H. AMD. Junaidi An, M.Si., menyambut langsung aksi unjuk rasa yang digelar oleh Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa/Pelajar Indonesia (IKAMI) Cabang Inhil dan Ikatan Petani Kelapa Rakyat (IPKR) Kabupaten Inhil, di depan Gedung DPRD Inhil, Selasa (27/5/2025).
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan pungutan ekspor (PE) kelapa bulat yang dinilai merugikan petani. Para demonstran menyuarakan keresahan mereka terhadap rendahnya harga kelapa dan menuntut keberpihakan pemerintah terhadap petani lokal.
Dalam orasinya, para peserta aksi mendesak agar pemerintah mencabut kebijakan moratorium ekspor kelapa bulat dan menetapkan harga standar kelapa di tingkat petani minimal Rp5.500 per butir. Mereka juga menuntut keadilan dalam penerapan pungutan ekspor, yakni agar tidak hanya berlaku pada kelapa bulat, tetapi juga mencakup produk turunan dan komponen lainnya dalam rantai distribusi.
Ketua IPKR, Zainuddin Acang, yang memimpin aksi tersebut menegaskan bahwa kelapa merupakan identitas dan sumber penghidupan utama masyarakat Inhil.
"Kami minta DPRD Inhil menjadi corong aspirasi ini hingga ke pemerintah pusat. Jika tidak ada respons, kami siap membawa perjuangan ini ke Jakarta," ujar Zainuddin.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua I DPRD Inhil, Junaidi An, mengajak perwakilan massa untuk berdialog dalam forum terbuka di ruang rapat DPRD. Dalam diskusi tersebut, berbagai masukan, kritik, dan tuntutan petani ditampung untuk dibahas secara komprehensif.
"Kami di DPRD tentu mendukung suara rakyat, khususnya petani dan mahasiswa sebagai representasi kepedulian terhadap masa depan komoditas kelapa Inhil. Aspirasi ini akan kami teruskan ke pemerintah pusat sebagai bentuk tanggung jawab moral dan politik kami," ujar Junaidi.
Ia menyampaikan bahwa DPRD Inhil telah mencermati persoalan kelapa sejak awal 2025 dan telah merumuskan empat poin aspirasi utama untuk disampaikan ke DPRD Provinsi Riau, DPR RI, dan kementerian terkait.
"DPRD Inhil tidak tinggal diam. Kami sudah menyusun berita acara rapat dengar pendapat, dan akan bersurat secara resmi ke DPRD Provinsi dan DPR RI, terutama kepada anggota dapil Inhil dan Riau 1. Kami ingin persoalan ini mendapat perhatian serius di tingkat yang lebih tinggi," tambahnya.
Junaidi menekankan bahwa isu kelapa tidak hanya terkait harga jual, tetapi menyangkut keberlanjutan ekonomi dan keadilan dalam rantai pasok. Ia menilai negara tidak boleh abai terhadap perlindungan petani.
Di sisi lain, perwakilan dari IKAMI Sulsel juga menyoroti anjloknya harga kelapa yang sebelumnya sempat mencapai Rp7.000 per butir, kini turun drastis ke angka Rp4.000, bahkan pernah merosot hingga Rp1.000 dalam beberapa tahun terakhir.
"Hamparan kelapa dunia bisa hilang identitasnya jika ini dibiarkan,” kata Ketua IKAMI Sulsel dalam orasinya.
Aksi damai yang berlangsung tertib ini menegaskan desakan masyarakat agar pemerintah lebih peka terhadap sektor pertanian kelapa yang selama ini menjadi andalan perekonomian di Inhil.
DPRD Inhil menyatakan akan mengawal aspirasi tersebut hingga ke tingkat pusat sebagai bagian dari perjuangan bersama memperjuangkan nasib petani kelapa. (Adv)

Berita Lainnya
Upacara HUT RI Ke-78 Tahun 2023, Bupati Inhil HM WARDAN Katakan Sebagai Wujud Terimakasih Kepada Pejuang
Bersama Kadiskes Inhil, Pj Ketua TP PKK Inhil Tinjau Posyandu Mawar di Jalan Subrantas Tembilahan
Wabup Berharap Agar Virus Corona Segera Berkahir
Bupati Inhil Lepas 307 Jamaah Calon Haji Kloter 7
DPRD INHIL Gelar Rapat Paripurna Ke-13
Dilepas Bupati Inhil HM Wardan, HUT TNI Ke-78 Menampilkan Pawai Ragam Budaya Nusantara
Bupati Inhil Tegaskan januari 2020 Seluruh OPD maksimalkan Keterbukaan Informasi Publik
Dinkes Inhil Komitmen Berikan Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin
Dinkes Inhil Terus Upayakan Tekan Angka Stunting
Terima Silaturahmi Manager PLN UP3 Rengat Yang Baru, Bupati HM WARDAN Harapkan Kemajuan Kelistrikan Di Inhi
Dinkes Inhil Hadiri Rapat Bersama Mendagri Rakor Pembahasan KLB Kurtup Polio dan Inflasi Daerah 2024
Bupati Inhil Hadiri Peralihan Tahun Baru Islam 1447 Hijriah Di Masjid Agung Al-Huda