Erick Thohir Berhasil Jadikan Indonesia Negara Berdaulat Vaksin
AYORIAU.CO - Walaupun pandemi sudah mereda, namun virus yang berasal dari Wuhan tersebut belum menghilang di Tanah Air. Menteri BUMN Erick Thohir terus bekerja nyata menangani penyebaran virus Covid-19 di Indonesia.
Erick Thohir bersama PT Bio Farma (Persero) menggalakkan produksi vaksin IndoVac. Vaksin itu juga hasil kerja nyata menteri andalan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut dalam upaya mewujudkan kemandirian sektor kesehatan Indonesia.
“Pandemi belum berakhir, kemandirian vaksin ini harus terus kita tingkatkan. Kita akan menambah kapasitas baru untuk mendorong kebutuhan vaksin lainnya. Kita tidak mau kejadian seperti di berbagai negara, yang mengalami kekurangan vaksin,” terang Erick Thohir seperti dikutip dari republika.co.id, Senin (28/11/2022).
Erick Thohir mengungkapkan, Bio Farma akan memproduksi vaksin sesuai dengan kebutuhan pemerintah dan masyarakat. Saat ini, jumlah vaksin yang disiapkan telah mencapai 5-15 juta. Adapun kapasitas produksi Bio Farma mencapai 2 miliar dosis vaksin.
Selain itu, Erick Thohir yang juga menjabat Ketua Pelaksana Komite Penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) tersebut juga mengatakan, Indonesia tidak mungkin terus mengimpor vaksin dari negara lain. Apalagi impor vaksin akan menelan banyak biaya dari negara.
“Saya rasa kita tidak mungkin terjebak yang namanya impor vaksin terus. Tentu baiya yang dikeluarkan cukup mahal, apalagi pandemi belum berakhir. Kemandirian vaksin ini harus terus kita tingkatkan,” ujar Erick Thohir.
Terakhir, mantan ketua TKN Jokowi 2019 ini juga mengatakan, pengamat dari berbagai belahan dunia memprediksi gelombang Covid-19 akan terjadi lagi pada Februari-Maret 2023. Karena itu, perlu langkah antisipatif agar Indonesia tidak terkena dampak secara signifikan.
Erick Thohir juga tengah menggalakkan kembali program vaksinasi nasional pada November ini, sebagai langkah pencegahan gelombang pandemi di 2023.
“November ini kita akan lakukan booster lagi, jangan sampai gelombang berikutnya yang diprediksi Februari-Maret 2023 ini tidak terbendung. Makanya, pak presiden ingatkan kita soal penggunaan masker, dan bagaimana kita menjaga daya tahan tubuh kita,” tutupnya.

Berita Lainnya
BRI Perkuat Ekonomi Kerakyatan: Penyaluran Kredit UMKM Capai Rp1.211 triliun, Ekosistem Pemberdayaan Kian Luas
BRI Resmikan Kick-Off Desa BRILiaN 2026 untuk Dorong Transformasi Desa 5.0
BRI KPR Solusi Promo hingga Tenor 20 Tahun dan Bunga Mulai 2,50%, Makin Mudah Miliki Properti Impian
Konsisten Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun pada Triwulan II 2026
Anggota DPR RI Mafirion Minta Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Pemerkosaan Remaja di Sampang
Membedah Kembali Pro Kontra Demo Omnibuslow
Tingkatkan Kapasitas Usaha dan Dorong Naik Kelas, Pengguna LinkUMKM BRI Tembus 16,46 Juta Pengusaha UMKM hingga April 2026
Dukungan BRI Bantu UMKM Asal Papua Japamo Tarik Minat Buyer Internasional
Desa Hendrosari Bangkit: Pembeli Datang, UMKM Tumbuh, Ekonomi Melaju Berkat Pemberdayaan Desa BRILian
Cek Persiapan Armuzna, Tim Was DPR RI Akuu Masih Negosiasi dengan Arab Saudi Soal Rumah Sakit Darurat Untuk Jemaah
Butuh Dana Cepat? BRI Multiguna Karya Bisa Cair dalam 1 Hari
Libur Lebaran 2026, BRI Pastikan Tetap Berikan Layanan Terbaik bagi Nasabah