Waspada Penipuan, Kadis PMD Inhil Tegaskan Hanya Gunakan Satu Nomor HP
Korban Nyawa Diladang Migas PT. PHR Bertambah Menjadi 13 Orang
Bertahan Tanpa Bantuan, Banjir Kiriman dari PT GIN dan PT SAL Siksa Warga Lahang Hulu
AYORIAU.CO, INHIL - Banjir yang merendam 3 Dusun di Desa Lahang Hulu, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), tidak kunjung surut dan masih tergenang hingga 3 pekan lamanya.
Penyebab Banjir tersebut merupakan ulah dari "Korporasi Gurita" yakni PT Guntung Idaman Nusantara (GIN) dan PT Setia Agrindo Lestari (SAL), yang berada diujung Desa Lahang Hulu, dan berbatasan dengan Desa Belantaraya serta Teluk Merbau, Kecamatan Gaung, kemudian juga berbatasan dengan Desa Sepakat Jaya, Kecamatan Mandah.
Akibatnya, luapan banjir yang diduga merupakan kiriman dari PT Guntung Idaman Nusantara (GIN), masyarakat terpaksa harus bertahan hidup dirumah masing-masing, aktivitas perkebunan juga ikut terhenti.
Menurut data yang berhasil dihimpun, dari 3 dusun yang ada di Desa Lahang Hulu, terdapat 283 KK dan 1026 jiwa terdampak banjir. Ironisnya lagi, banjir itu sudah berlangsung hingga 3 pekan lamanya.
Seperti yang diungkapkan salah seorang Kepala Dusun 6 Long Sari, bernama Soeharto yang juga mengalami terdampak banjir, ia menyebutkan bahwa ketinggian air mencapai setengah meter lebih.
"Sekarang mencapai 60-70 cm. Terdiri dari Dusun 3 Kendari, Dusun 4 Martapura, Dusun 5 Karya Jaya, Dusun 6 Long Sari," ungka Soeharto.
Warga terdampak hanya bertahan, menggunakan sampan atau perahu jika hendak mencari kebutuhan untuk rumah masing-masing.
"Bertahan, warga beraktivitas menggunakan berahu / sampan. Kalau kebun sawit terendam semua,
kebun kelapa sebagian terendam, sebagian tidak," ujar Kepala Dusun.
Ironisnya lagi, selama banjir berlangsung, warga tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari Pemerintah maupun Swasta.
"Tidak ada, kecuali orang kesehatan yang ada masuk untuk pengobatan masyarakat," celetuk Soeharto, Kadus 6 Long Sari, kepada awak media.
Sementara itu, terkait persoalan banjir yang menimpa Desa Lahang Hulu, yang diduga airnya berasal dari PT GIN, juga mendapat respon dari pemerhati lingkungan provinsi Riau.
DR. Ikhsan, seorang pemerhati lingkungan provinsi Riau yang juga dosen disalah satu universitas ternama di Riau, menilai bahwa banjir itu adalah hasil dari pengelolaan tata air yang kurang baik.
"Disamping karena curah hujan yg tinggi, banjir di Inhil juga disebabkan tata kelola air yang kurang baik pada drainase, dan anak sungai Indragiri. Terlebih lagi ada beberapa perusahaan yang juga memanfaatkan saluran air ini untuk kepentingan aktivitasnya." Ujar DR.Ikhsan, lulusan Teknik.
Sebagai saran dan masukan agar kumudian diharapkan menjadi solusi, DR.Ikhsan menyampaikan ada beberapa hal yang perlu di perhatikan secara serius.
"Karena itu ada beberapa hal yg perlu dilakukan. Pertama, Koordinasi bersama aparat pemerintah, kecamatan dan desa, dengan perusahaan dan masyarakat ttg tata air ini. Saluran air dan anak sungai adalah kepentingan umum yang harus diawasi bersama pemanfaatannya. Kedua, perlu pemeliharaan rutin terhadap saluran dan anak sungai yang ada, baik pengerukan, maupun pmbersihan dan naturalisasi lainnya." Kata Dr.Ikhsan menambahkan.
Pemerhati lingkungan itupun menyatakan bahwa jika perusahaan terbukti jadi penyebab banjir, maka Pemda bisa berikan peringatan keras hingga pencabutam izin dan penghentian aktivitas.
"Jika memang perusahaan terbukti menyebabkan banjir, maka pemerintah daerah bisa memberi peringatan sampai pencabutan izin dan penghentian aktifitas karena mengganggu lingkungan." Tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum menerima jawaban terkait langkah konkrit jangka oendek dan jangka panjang dalam penanganan banjir d Desa Lahang Hulu, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Berita Lainnya
Jatuh Kesungai, Pria di Inhil Meninggal Dunia
Tabrakan Speedboat di Inhil, Satu Orang Dinyatakan Hilang
Mafirion Berikan Bantuan kepada Korban Banjir di Kemuning
Pria 60 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Perairan Indragiri Hilir
Satu Toko di Jalan Jendral Soedirman Sempat Terbakar, Beruntung Api Tak Membesar
Pemuda Asal Pelalawan Diterkam Harimau di Blok L PT SPA Wilayah Inhil
Polres Inhil Lakukan Pemadaman Karlahut
DPP IKA UIR Sampaikan Duka Mendalam dan Open Donasi Untuk Korban Banjir di Sumatera Barat, Medan dan Aceh
3 Hari Hilang Mencari Ikan, Saat Ditemukan Sudah Tak Bernyawa
Speedboat Terbalik, Kapolres Inhil : Data sementara 12 Orang Penumpang meninggal dunia, Terdiri dari Anak-anak dan Orang Dewasa
Malang Tak Dapat Terhindar, Nelayan di Inhil Diterkam Buaya Saat Mencuci Perahu.
3 Rumah di Inhil Selatan Terbakar, Korban Rugi Hingga Rp.200 Juta