Ketua Umum KAUMY , H. Nasarudin, SH, MH Sampaikan Dukungannya Kepada Peserta Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI yang Viral di Kalimantan Barat
AYORIAU.CO - Polemik penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat terus menjadi perhatian publik. Di tengah perdebatan mengenai keputusan dewan juri, dukungan terhadap para peserta yang dinilai dirugikan terus mengalir dari berbagai pihak.
Salah satu dukungan datang dari Ketua Umum Keluarga Alumi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY) , H. Nasarudin, SH, MH. Ia menyampaikan keprihatinannya terhadap kontroversi yang terjadi dalam ajang pendidikan tersebut, khususnya terhadap peserta dari SMAN 1 Pontianak.
Menurut Nasarudin, perbedaan penilaian terhadap jawaban peserta telah memunculkan kekecewaan di kalangan siswa maupun masyarakat. Namun ia meminta para pelajar untuk tidak larut dalam polemik dan tetap menjadikan pengalaman itu sebagai motivasi untuk berkembang.
“Adik-adik dari SMAN 1 Pontianak harus tetap semangat. Jangan sampai persoalan ini membuat patah semangat dalam belajar dan mengejar cita-cita,” ujar Nasarudin dalam keterangannya.
Ia menilai semangat belajar dan keberanian menyampaikan pendapat merupakan hal penting yang harus terus dijaga oleh generasi muda. Nasarudin juga mengapresiasi sikap para siswa yang tetap berusaha menyampaikan keberatan mereka secara santun dalam perlombaan tersebut.
Polemik LCC Empat Pilar sebelumnya mencuat setelah jawaban Grup C dari SMAN 1 Pontianak dinyatakan salah oleh dewan juri. Sementara jawaban serupa dari Grup B SMAN 1 Sambas justru diberikan nilai penuh. Keputusan itu memicu perdebatan luas di media sosial dan menarik perhatian sejumlah tokoh nasional.
Nasarudin juga mengapresiasi koleganya, Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda, bahkan turut memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut. Politikus yang juga alumni SMAN 1 Pontianak itu menyampaikan permintaan maaf kepada peserta dan memberikan dukungan moral kepada siswa yang merasa dirugikan. Rifqi juga memberikan bantuan beasiswa ke China kepada peserta tersebut.
Nasarudin berharap polemik ini dapat menjadi evaluasi bagi penyelenggara agar pelaksanaan kompetisi pendidikan ke depan berlangsung lebih objektif, profesional, dan transparan. Ia juga mendoakan agar para siswa SMAN 1 Pontianak tetap optimistis menatap masa depan.
“Saya mendoakan adik-adik semua sukses ke depannya. Terus belajar, terus berprestasi, karena masa depan bangsa ada di tangan generasi muda,” katanya.

Berita Lainnya
Pengadilan Agama Tembilahan dan DPC PERADI SAI Indragiri Raya Teken MoU Kerjasama
Polres Inhil Berbagi Sembako kepada Nelayan
Polisi Pantau Budidaya Lele dan Mujair di Bagan Jaya, Pertumbuhan Bibit Dinilai Baik
Polsek Enok Berikan Arahan Usai Dilantiknya 56 KPPS Desa Jaya Bakti
Anugerah Media Sekolah Terbaik 2025, SMSI Riau Beri Humas MAN 1 Pekanbaru Penghargaan
Polsek Sabak Auh Pastikan Jagung Ketahanan Pangan Siap Panen, Hasil Pemantauan Jadi Bahan Evaluasi
KNPI Inhil Gelar Buka Puasa Bersama OKP dan Organisasi Cipayung Plus, Sekaligus Serahkan Bantuan Sembako
Pj Bupati Inhil Erisman Yahya Himbau Tenaga Honorer Segera Mendaftar PPPK Tahap II
Kanit Reskrim Polsek Tapung Tegaskan Komitmen Keterbukaan dan Kemitraan dengan Media
Pamit dari Riau, Komjen Herry Heryawan Titip Pesan Lestarikan Gajah dan Alam
Bukan Sekadar Mengantar Jagung, Polsek Sabak Auh Hadir Membawa Harapan Baru bagi Ketahanan Pangan Masyarakat
Sosialisasi Pemilu Damai, Polsek Kateman Sampaikan 5 Poin Himbauan Kapolres Inhil