Oknum Kades di Inhil Dilaporkan atas Dugaan Pelecehan Nonfisik, HMI Desak Penegakan Hukum
AYORIAU.CO, INHIL - Seorang oknum kepala desa di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, dilaporkan ke polisi atas dugaan melakukan pelecehan seksual nonfisik terhadap seorang warga melalui komunikasi digital.
Laporan tersebut disampaikan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tembilahan melalui Bidang Hukum dan HAM ke Polres Indragiri Hilir. Korban dalam perkara ini berinisial SN yang juga merupakan kader HMI Cabang Tembilahan.
Kepala Bidang Hukum dan HAM HMI Cabang Tembilahan, Wahyu, mengatakan laporan dibuat setelah korban menyampaikan adanya dugaan tindakan pelecehan seksual nonfisik yang dilakukan oleh terlapor melalui percakapan digital.
“Perkara ini bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga menyangkut moral dan etika pejabat publik. Kami melihat adanya indikasi penyalahgunaan jabatan serta relasi kuasa yang digunakan untuk memberikan tekanan kepada korban,” kata Wahyu.
Menurutnya, HMI Cabang Tembilahan akan mengawal proses hukum yang sedang berjalan agar ditangani secara profesional dan transparan oleh aparat penegak hukum.
Ia juga meminta Polres Indragiri Hilir memproses laporan tersebut secara objektif tanpa adanya tekanan atau intervensi dari pihak manapun.
“Kami meminta aparat penegak hukum menangani perkara ini secara objektif dan profesional. Jangan sampai ada tekanan ataupun upaya melemahkan proses hukum karena yang dilaporkan merupakan pejabat publik,” ujarnya.
Sementara itu, korban SN mengaku merasa terganggu dan tidak nyaman atas tindakan yang diduga dilakukan oleh oknum kepala desa tersebut.
“Saya merasa sangat terganggu dan tidak nyaman atas perlakuan yang saya alami. Sebagai seorang perempuan dan warga, saya merasa martabat saya direndahkan,” ujarnya.
SN mengatakan keputusan melaporkan kasus tersebut diambil agar kejadian serupa tidak dialami perempuan lain.
“Saya berharap proses hukum berjalan adil. Saya juga tidak ingin ada perempuan lain yang mengalami hal seperti yang saya alami,” katanya.
HMI Cabang Tembilahan menyatakan akan terus memberikan pendampingan moral dan advokasi kepada korban serta mengawal proses penegakan hukum hingga tuntas.
“Tidak boleh ada seorang pun yang kebal hukum, termasuk pejabat publik,” tutup Wahyu.

Berita Lainnya
Diduga Pelakor Aniaya Istri Sah, Unit PPA Polres Kampar Amankan Wanita Muda
Pj Bupati Inhil Sayangkan Ada Nomor HP Mengatasnamakan Namanya
Polda Riau Lanjutkan Operasi PETI di Inhu, Puluhan Rakit Berhasil Dimusnahkan
Polres Inhil Ringkus 3 Orang Pengedar Narkoba, Satu Diantaranya IRT
Diduga ODGJ, Ayah di Inhil Mutilasi Anak Kandung
Mantan Bupati Kuansing Jalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi 13 Milyar
Sidang Putusan Korupsi Jalan Inhil: Kontraktor dan Pejabat PUPR Dijatuhi Hukuman Penjara
Pria di Bengkalis Tega Cabuli Anak Tirinya yang Masih Dibawah Umur
Dugaan Intimidasi Bersenjata, Kapolres Inhil : Korban Belum Buat Laporan Resmi
Surat Panggilan Terkait Dugaan Korupsi Kepada Mantan Kades Kelumpang Kembali Dilayangkan
Polda Riau Amankan 59 Orang Tersangka Terlibat Kasus Judi Online di Pekanbaru
Polres Inhil Ungkap Kasus Pengeroyokan Dua Pelaku Berhasil Diamankan